Skuter Listrik Ini Bisa Berdiri dan Mengikuti Pemiliknya
Liputan6.com, Jakarta - Pameran teknologi bergengsi IFA 2026 kembali menjadi panggung bagi berbagai inovasi otomotif dan mikro-mobilitas masa depan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Navee RoboScooter Ne...
Liputan6.com, Jakarta - Pameran teknologi bergengsi IFA 2026 kembali menjadi panggung bagi berbagai inovasi otomotif dan mikro-mobilitas masa depan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Navee RoboScooter Nexton, skuter listrik konsep yang mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan otonom.
Dipamerkan oleh produsen skuter listrik Navee, RoboScooter Nexton tidak sekadar dirancang sebagai kendaraan untuk mobilitas jarak dekat. Skuter listrik ini dikembangkan sebagai "AI Mobility Companion" atau pendamping mobilitas berbasis kecerdasan buatan yang mampu berinteraksi langsung dengan penggunanya.
Mengutip laman Autoevolution, Rabu (9/9/2026), salah satu teknologi paling menarik pada Navee RoboScooter Nexton adalah sistem self-balancing yang memungkinkan skuter mempertahankan posisi tetap tegak secara mandiri.
Teknologi self-balancing pada RoboScooter Nexton memiliki fungsi yang berbeda dari sistem penyeimbang ketika skuter sedang dikendarai.
Sistem tersebut dirancang untuk menjaga posisi kendaraan tetap tegak ketika skuter sedang berhenti atau tidak sedang ditumpangi. Dengan demikian, pengguna tidak perlu repot menopang kendaraan ketika sedang berhenti.
Teknologi ini kemudian dipadukan dengan kemampuan otonom "follow me". Fitur tersebut memungkinkan RoboScooter Nexton bergerak secara mandiri untuk mengikuti pemiliknya ketika berjalan kaki.
Konsep ini membuat Nexton lebih menyerupai perangkat mobilitas personal pintar dibandingkan skuter listrik konvensional.
Untuk mendukung kemampuan otonom sekaligus meningkatkan keselamatan, Navee membekali RoboScooter Nexton dengan sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian depan kokpit.
Sensor tersebut berfungsi sebagai "mata" kendaraan untuk mengenali lingkungan di sekitarnya dan mendeteksi berbagai rintangan secara presisi.
Kehadiran LiDAR menjadi salah satu komponen penting karena skuter harus mampu memahami kondisi ruang di sekitarnya ketika menjalankan fungsi otonom, termasuk saat mengikuti pemilik.
Tidak hanya mampu bergerak secara mandiri, RoboScooter Nexton juga membawa konsep interaksi manusia dan kendaraan ke level yang lebih tinggi.
Skuter konsep ini dibekali modul elektronik yang berfungsi sebagai "otak" kendaraan. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna berinteraksi dengan RoboScooter Nexton melalui perintah suara.
Dengan pendekatan tersebut, Navee ingin menjadikan skuter bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai perangkat pintar yang dapat menjadi pendamping pengguna dalam aktivitas mobilitas sehari-hari.
Dari sisi tampilan, Navee RoboScooter Nexton mengusung bahasa desain futuristik dengan lekukan bodi yang terlihat modern.
Siluetnya sekilas memiliki kemiripan estetika dengan sejumlah produk skuter dari Pure Electric. Namun, Nexton hadir dengan karakter tersendiri yang menonjolkan identitas sebagai kendaraan konsep berteknologi tinggi.
Desain tersebut sekaligus memperkuat kesan bahwa Nexton diposisikan sebagai gambaran kendaraan mikro-mobilitas generasi berikutnya.