pickleballvnz.com

Siswa diajak terapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengajak pelajar SMPN 4 Kudus membiasakan hidup sehat, gemar belajar, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ANTARA News jateng peristiwa ...

Siswa diajak terapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat

Jumat, 17 Juli 2026 22:21 WIB

Image Print

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Hafidz Muksin saat mengkampanyekan tujuh kebiasaa anak Indonesia hebar di hadapan ratusan peserta MPLS di halaman SMPN 4 Kudus, Jumat (17/7/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengajak pelajar SMPN 4 Kudus membiasakan hidup sehat, gemar belajar, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

"Kami hadir untuk melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 4 Kudus berjalan dengan baik, lancar, aman, dan menyenangkan, sesuai dengan tujuan MPLS Ramah," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Hafidz Muksin di Kudus, Jumat.

Ajakan tersebut disampaikan Hafidz saat menghadiri penutupan MPLS ramah di SMP Negeri 4 Kudus, Jumat (17/7). Kehadirannya sekaligus mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.

Menurut Hafidz masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan momen penting bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus membangun hubungan sosial dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan teman-teman sekelas.

"Ini juga menjadi bagian dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yaitu membiasakan bermasyarakat. Anak-anak belajar saling mengenal, bekerja sama, dan membangun kebersamaan," ujarnya.

Hafidz menekankan pentingnya membiasakan hidup sehat melalui ibadah, olahraga secara rutin, serta menjaga pola istirahat dengan tidur lebih awal agar kondisi fisik tetap prima saat mengikuti pembelajaran di sekolah.

Ia juga mengingatkan bahwa belajar merupakan tugas utama seorang pelajar. Siswa yang rajin belajar akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, dan berkarakter kuat. Selain itu, budaya literasi perlu terus ditingkatkan melalui kebiasaan membaca dan belajar.

Dalam bidang kebahasaan, Hafidz mengajak para pelajar menerapkan prinsip Trigatra Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan global.

Pada kesempatan tersebut, para siswa juga mengucapkan "Ikrar Pelajar" yang berisi komitmen untuk saling menyayangi, belajar dengan sungguh-sungguh, hidup rukun, serta mencintai tanah air. Suasana kegiatan semakin semarak saat siswa mengikuti "Tepuk Bahagia" dan "Tepuk Semangat" sebagai penyemangat selama MPLS.

Hafidz menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, maupun perundungan. Hafidz juga menyaksikan kegiatan senam anak Indonesia hebat yang menjadi bagian dari pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Kudus Dedi Triaprianto mengatakan pelaksanaan MPLS ramah berlangsung sesuai harapan. Sebanyak 277 peserta didik baru yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membuat siswa merasa nyaman dan diterima di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah pelaksanaan MPLS berjalan baik dan lancar. Dari hari pertama sampai hari terakhir anak-anak terlihat senang karena kegiatan dibuat bervariasi dan tidak ada tugas yang memberatkan. Kami ingin mereka merasa diterima sehingga betah belajar dan mampu mengembangkan potensinya di sekolah ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Badan Bahasa juga menyerahkan bantuan lebih dari 100 eksemplar buku bacaan kepada SMP Negeri 4 Kudus untuk mendukung penguatan budaya literasi.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.