Sinopsis Autopsy: Dead Body Can Talk Hasil Adaptasi Kisah Nyata
CNN Indonesia Kamis, 03 Sep 2026 21:00 WIB Sinopsis Autopsy: Dead Body Can Talk tentang perjalanan karier...
CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 21:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Autopsy: Dead Body Can Talk merupakan film Indonesia terbaru hasil adaptasi kisah nyata perjalanan karier dokter spesialis forensik kepolisian Indonesia, Sumy Hastry Purwanti.
Film ini dibintangi Masayu Anastasia sebagai dr. Sumy Hastry, bersama Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, Riyuka Bunga, dan Indra Frimawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sinopsis Autopsy: Dead Body Can Talk.
dr. Sumy Hastry (Masayu Anastasia) merupakan seorang dokter spesialis forensik yang mendedikasikan hidupnya untuk mengungkap kebenaran di balik berbagai kematian tidak wajar melalui bukti ilmiah dan analisis medis.
Namun, saat menangani kasus mutilasi seorang perempuan tanpa identitas, Hastry mulai mengalami sejumlah firasat dan menemukan petunjuk-petunjuk misterius yang sulit dijelaskan secara logika maupun ilmu forensik.
Dalam menjalankan penyelidikan, Hastry didampingi sang asisten, Yatna (Riyuka Bunga), serta Mojo (Ge Pamungkas), seorang pembuat film dokumenter. Bersama-sama, mereka berusaha mengungkap berbagai kasus kematian misterius.
[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, metode Hastry mendapat keraguan dari penyidik kepolisian bernama Rendra (Teuku Rifnu Wikana), yang lebih memilih berpegang pada bukti-bukti fisik dan fakta konkret.
Ketika menangani kasus kematian seorang anak bernama Dara hingga proses ekshumasi dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, intuisi dan kepekaan Hastry semakin diuji.
Ia pun harus menghadapi persoalan yang menguji integritas, kehidupan keluarga, hingga kredibilitas profesionalnya demi membuktikan bahwa sains dan nurani dapat berjalan beriringan dalam menegakkan keadilan.
Sumy Hastry Purwanti merupakan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sekaligus ahli forensik perempuan terkemuka di Indonesia. Ia mencatatkan sejarah sebagai polwan pertama di Asia yang menyandang gelar doktor forensik.
Sepanjang lebih dari 25 tahun kariernya di bidang kedokteran kepolisian (Dokpol), dr. Hastry telah menangani berbagai kasus besar nasional dan internasional.
Mulai dari identifikasi pelaku terorisme seperti Noordin M. Top dan Dulmatin hingga kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang sempat menjadi teka-teki panjang.
Film Autopsy: Dead Body Can Talk disutradarai Ozan Ruz. Ia mengatakan film ini tidak mengusung formula horor supranatural konvensional, melainkan berfokus pada ketegangan psikologis serta proses investigasi ilmiah.
Demi menjaga akurasi dalam menampilkan prosedur medis dan forensik, tim produksi turut melibatkan konsultan forensik profesional.
Konsultan tersebut membantu melatih para pemeran sekaligus mendampingi tim tata rias prostetik dalam menampilkan detail kondisi jasad dan luka secara medis.
Film ini diberi label D17+ atau untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Autopsy: Dead Body Can Talk tayang 3 September di bioskop.
(van/chri)