Sering lupa mau ambil apa saat masuk ruangan? Ini sebabnya
Jakarta (ANTARA) - Pernahkah Anda berjalan dari kamar tidur menuju dapur dengan tujuan mengambil sesuatu, tetapi sesampainya di dapur, Anda mendadak bingung dan lupa apa yang ingin diambil? Fenomena yang umum t...
Jakarta (ANTARA) - Pernahkah Anda berjalan dari kamar tidur menuju dapur dengan tujuan mengambil sesuatu, tetapi sesampainya di dapur, Anda mendadak bingung dan lupa apa yang ingin diambil? Fenomena yang umum terjadi ini sering membuat seseorang khawatir akan kesehatan memorinya.
Namun secara psikologis dan neurosains, mengutip Healthline dan beberapa sumber lain, kondisi ini bukanlah tanda pikun atau penurunan daya ingat, melainkan efek dari cara otak kita memproses informasi.
Efek ambang pintu (the doorway effect)
Para peneliti di bidang psikologi kognitif menyebut fenomena ini sebagai The Doorway Effect atau Efek Ambang Pintu. Otak manusia mengorganisasi ingatan dan aktivitas berdasarkan lingkungan atau konteks fisik tempat kita berada.
Ketika Anda berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain melalui sebuah pintu, otak menginterpretasikan batas fisik tersebut sebagai pembatas peristiwa (event boundary). Otak secara otomatis menyimpulkan bahwa peristiwa atau tugas di ruangan sebelumnya telah selesai, sehingga ia memotong dan mereset informasi jangka pendek (working memory) untuk bersiap menerima informasi baru di lingkungan baru.
Baca juga: Dokter: Sering lupa bisa sebabkan gangguan kecemasan
Bagaimana cara kerja ingatan kita?
Memori kerja (working memory) manusia memiliki kapasitas yang terbatas. Saat Anda berjalan melintasi batas ruangan, proses pemikiran terbagi ke dalam beberapa lapisan:
- Memori konteks: Informasi mengenai alasan Anda berjalan (misalnya "mengambil kunci") tersimpan erat dengan suasana ruangan asal.
- Perubahan lingkungan: Memasuki ruangan baru memberikan stimulus visual, penciuman, dan pendengaran yang berbeda. Otak memprioritaskan pemrosesan lingkungan baru tersebut untuk menjaga kewaspadaan.
- Pembersihan otomatis: Akibat peralihan fokus ke lingkungan baru, informasi tugas yang berada di memori kerja sementara waktu "terdorong" atau terhapus dari kesadaran utama.
Inilah alasan mengapa ketika Anda kembali ke ruangan semula, memori mengenai tujuan awal sering kali langsung teringat kembali. Ruangan asal berfungsi sebagai pemicu (cue) memori kontekstual.
Cara mengatasi efek ambang pintu
Jika Anda sering mengalami hal ini, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk membantu otak mempertahankan memori:
- Visualisasikan tujuan: Saat berjalan melintasi pintu, bayangkan objek atau tindakan yang ingin dilakukan secara spesifik di dalam pikiran.
- Ucapkan secara lisan: Menyebutkan tugas secara perlahan (misalnya, "Saya mau mengambil gunting") membantu mengunci informasi di memori auditori.
- Kembali ke ruangan awal: Jika terlanjur lupa, melangkah kembali ke ruangan tempat ide tersebut muncul dapat membantu merangsang kembali ingatan Anda.
Baca juga: Lupa menaruh kunci atau dompet? Bisa jadi ini penyebabnya
Baca juga: Kenapa sering lupa tujuan saat membuka HP? Ini penyebabnya
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.