pickleballvnz.com

Sembilan Kades asal Bartim siap bawa Inovasi usai belajar di UI

Sebanyak sembilan kepala desa dari Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, terpilih mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), ANTARA News kalteng 1 ...

Sembilan Kades asal Bartim siap bawa Inovasi usai belajar di UI

Kamis, 16 Juli 2026 17:15 WIB

Image Print

Sembilan Kepala Desa asal Kabupaten Barito Timur yang sedang mengikuti Program KDMK di Universitas Indonesia, kemarin. ANTARA/HO-MMC Bartim.

Tamiang Layang (ANTARA) - Sebanyak sembilan kepala desa dari Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, terpilih mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kata Kepala Desa Bagok, Risa Ramayati yang turut mengikuti program KDMK di Tamiang Layang, Kamis.

"Termasuk tata kelola pemerintahan, serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan desa yang lebih maju dan berdampak bagi masyarakat," ucapnya.

Adapun sembilan kepala desa asal Barito Timur yang mengikuti program tersebut yakni Kepala Desa Bambulung Ego Taufan H, Kepala Desa Dayu Erto, Kepala Desa Bagok Risa Ramayati, Kepala Desa Rodok Jaro Lelond Tuah, Kepala Desa Murutuwu Empas, Kepala Desa Tangkum Dasah, Kepala Desa Matabu Juni Setiawan, Kepala Desa Turan Amis Leonardus, serta Kepala Desa Tampu Langit Kasiati.

Kegiatan ini bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala desa, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, serta memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan pembangunan berbasis data dan inovasi potensi lokal.

Kesembilan kades akan mengikuti program yang digagas Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa itu dari tanggal 13–16 Juli 2026 di Kampus Utama Universitas Indonesia, Depok.

"Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan desa agar semakin profesional dan mampu menghadirkan inovasi bagi masyarakat," kata Risa.

Menurut dia, kesempatan belajar langsung di lingkungan akademik Universitas Indonesia merupakan bentuk kepercayaan sekaligus motivasi bagi kepala desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa. Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi strategis dari akademisi Universitas Indonesia dan narasumber Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Desa Tangkan disiapkan jadi Desa Literasi wakili Bartim ke tingkat Kalteng

Materi yang diberikan meliputi governansi dan kepemimpinan strategis, tata kelola pemerintahan desa, manajemen informasi publik, perencanaan dan pengelolaan keuangan desa berbasis data, hilirisasi ekonomi desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi sosial dan kemitraan desa.

Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga diminta menyusun rencana implementasi inovasi berbasis design thinking yang nantinya diharapkan dapat diterapkan di desa masing-masing sebagai solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan desa.

Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Indonesia untuk menyetarakan kompetensi kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, para kepala desa dibekali kemampuan teknis administrasi pemerintahan, pengelolaan APBDes, tata kelola keuangan negara, kepemimpinan, hingga pengembangan kewirausahaan desa, agar mampu menggali potensi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Pewarta : Cakre (*
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.