Semarang meraih juara Investment Challenge 2026
Semarang meraih juara Investment Challenge 2026 Jumat, 28 Agustus 2026 12:40 WIB Penyerahan penghargaan Investment Challenge (IC) kepada pemerintah kabupaten/kota pada pergelaran Central Java Inve...
Semarang meraih juara Investment Challenge 2026
Jumat, 28 Agustus 2026 12:40 WIB
Penyerahan penghargaan Investment Challenge (IC) kepada pemerintah kabupaten/kota pada pergelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026, di Jakarta, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/HO-DPMPTSP Jateng)
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang melalui proyek Semarang Logistic Hub – Urban Consolidation Center (UCC) meraih juara Investment Challenge (IC) 2026, yakni kompetisi investasi untuk menggali potensi proyek investasi unggulan di Jawa Tengah.
Penyerahan penghargaan dilakukan dalam rangkaian CJIBF 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng bersama Pemerintah Provinsi Jateng, di Jakarta, Kamis.
Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho mengatakan bahwa IC merupakan kompetisi investasi sejalan dengan sinergi Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Jawa Tengah (Keris Jateng).
Ia menyebutkan pada tahun ini terdapat 43 proposal proyek investasi yang disampaikan oleh 34 pemerintah kabupaten/kota.
Puluhan proposal proyek investasi tersebut telah dikurasi oleh tim panelis Keris Jateng, terdiri dari BI Jateng, DPMPTSP Jateng, Bappeda Jateng, akademisi Universitas Diponegoro dan PT Pembangunan Infrastruktur Indonesia (PII).
Hasilnya, Kota Semarang tampil menjadi juara pertama, diikuti Kota Surakarta dengan Solo Raya Logistics Hub sebagai juara kedua.
Juara ketiga, Kota Salatiga melalui Salatiga Geriatric Wellness and Senior Living, dan Kabupaten Cilacap melalui proyek Peternakan Ayam Terpadu/ Integrated Poultry Farm sebagai juara keempat.
Sosok yang akrab disapa Nunu itu menekankan pentingnya menghubungkan kekuatan fundamental ekonomi Jateng dengan arus investasi global yang semakin berorientasi pada aspek keberlanjutan.
Dalam konteks itu, kata dia, Keris Jateng terus diperkuat sebagai katalis kolaborasi dalam promosi investasi daerah, termasuk melalui peningkatan kualitas proyek pada Investment Challenge (IC).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari menyampaikan CJIBF digelar Jakarta dilakukan untuk mendekatkan berbagai peluang investasi Jateng kepada calon investor yang banyak beraktivitas di ibu kota.
"Kegiatan CJIBF diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong Semarang Logistic Hub – UCC sebagai simpul ekosistem ekonomi di Semarang, apalagi lokasinya strategis dekat berbagai simpul transportasi.
Keberadaan kawasan itu berfokus pada konsolidasi dan distribusi barang, sekaligus menghubungkan aktivitas logistik dengan UMKM, koperasi, jaringan transportasi, tenaga kerja, serta berbagai sektor pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan salah satu keunggulan UCC Terboyo terletak pada lokasinya yang strategis, yakni berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Emas, akses tol, bandara, stasiun kereta, serta kawasan industri di sekitar Kota Semarang.
"Langkah integrasi ini berpotensi memperkuat daya saing sekitar 33.000 UMKM di 177 kelurahan melalui sistem klasterisasi produk dan distribusi yang lebih terarah," katanya.
Semarang Logistic Hub - UCC dirancang sebagai pusat konsolidasi dan distribusi barang yang menghubungkan pelabuhan, kawasan industri, pusat perdagangan, dan pasar perkotaan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.