Seluruh OPD Pemkab Kotim dikerahkan pasok air percepat pemadaman karhutla
Sesuai instruksi Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat dikerahkan membantu memasok air kepada petugas di lokasi untuk ANTARA News kalteng 1 ...
Seluruh OPD Pemkab Kotim dikerahkan pasok air percepat pemadaman karhutla
Jumat, 21 Agustus 2026 13:29 WIB
Armada dilengkapi tandon air dan pompa dari seluruh OPD Pemkab Kotim siap diberangkatkan membantu menyuplai air kepada petugas di lokasi-lokasi kebakaran agar pemadaman karhutla bisa lebih cepat dan tuntas, Jumat (21/8/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kotim
Sampit (ANTARA) - Sesuai instruksi Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat dikerahkan membantu memasok air kepada petugas di lokasi untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Ini untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan melibatkan seluruh OPD dalam upaya penanganan di lapangan," tegas Halikinnor di Sampit, Jumat.
Pengerahan seluruh OPD ini menyikapi karhutla yang semakin marak, khususnya di Sampit dan sekitarnya. Penambahan personel dan armada diharapkan dapat membuat pemadaman bisa lebih cepat dan efektif.
Kendala di lapangan, sumber air semakin sulit karena sumur, parit, danau dan saluran air kini sudah kering. Solusinya, pemadaman mengandalkan armada yang memiliki penampungan air.
"Tapi kalau armada itu harus bolak balik mengambil air, pemadaman jadi tidak optimal karena api kembali membesar. Makanya kita kerahkan seluruh OPD khusus untuk manyuplai air ke lokasi-lokasi kebakaran sehingga petugas pemadaman bisa fokus memadamkan hingga tuntas," timpal Halikinnor.
Sesuai perintah, setiap OPD wajib mengirim tim dengan armada yang dilengkapi tandon air dan pompa. Mereka disiagakan sehingga bisa langsung dikerahkan secara masif ketika dibutuhkan di lokasi kebakaran.
Distribusi air dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu petugas pemadam yang tengah melakukan penyiraman dan pengendalian api. Dukungan tersebut juga diharapkan mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.
Keterlibatan OPD tidak hanya terbatas pada penyediaan dan distribusi air. Masing-masing perangkat daerah turut memberikan dukungan sesuai tugas, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam menghadapi karhutla.
Bupati memerintahkan agar seluruh OPD turut mengambil peran dan tidak hanya berfokus pada tugas pemerintahan rutin, tetapi juga hadir membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.
Dia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi karhutla yang dalam beberapa waktu terakhir membutuhkan penanganan serius. Dukungan personel, armada, peralatan, maupun suplai air menjadi bagian penting dalam memperkuat respons pemerintah daerah di lapangan.
Pemkab Kotim juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
"Melalui sinergi pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat, dan masyarakat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan," demikian Halikinnor.
Sementara itu berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, sejak Januari hingga 20 Agustus 2026, tercatat ada 401 kejadian karhutla di daerah ini dengan luas lahan terbakar lebih dari 1.394 hektare. Dalam periode waktu yang sama, akumulasi titik panas atau hotspot tercatat mencapai 6.139 titik.
Baca juga: Prioritaskan kesehatan siswa, DPRD Kotim desak hentikan pembelajaran tatap muka
Baca juga: BTT Kotim ditambah Rp2 miliar optimalkan penanganan karhutla
Baca juga: BPS Kotim komitmen tuntaskan pendataan Sensus Ekonomi
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.