Seleksi Taruna Akpol 2026 Makin Sulit, Kini Wajib Lolos Tes Komputer dan Soal Akademik Berstandar Olimpiade
Berita Nasional Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:12 WIB ...
Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:12 WIB
VIVA – Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menghadirkan sejumlah perubahan yang menjadi perhatian para calon peserta. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, proses rekrutmen kali ini menerapkan standar yang lebih tinggi, terutama pada aspek kemampuan teknologi dan kualitas akademik.
Baca Juga
Salah satu pembaruan paling mencolok adalah diterapkannya tes komputer sebagai bagian dari proses seleksi. Tak hanya itu, materi ujian akademik juga mengalami peningkatan dengan standar yang disebut setara olimpiade. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mempersiapkan calon perwira yang mampu menghadapi tantangan kepolisian di era digital.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat sendiri dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah.
Baca Juga
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Dr. Anwar, menjelaskan bahwa penguasaan teknologi kini menjadi kemampuan dasar yang wajib dimiliki seluruh calon anggota Polri, mulai dari jenjang tamtama, bintara, hingga taruna Akpol.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat aparat kepolisian harus mampu mengoperasikan perangkat digital dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Baca Juga
"Beberapa hal yang baru di rekrutmen anggota Polri, tes komputer," ujar Irjen Anwar.
Ia menegaskan bahwa kemampuan menggunakan komputer tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar bagi generasi polisi masa depan.
"Dari mulai bintara, tamtama, perwira sama, mereka semua Gen Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya," kata Irjen Anwar.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa calon anggota Polri yang tidak memahami teknologi akan kesulitan mengikuti perkembangan zaman.
"Kalau mereka tidak ngerti komputer, teknologi, mengoperasikan komputer, gadget, mereka akan ketinggalan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain kemampuan teknologi, perubahan besar juga diterapkan pada materi akademik. Polri kini meningkatkan kualitas soal ujian dengan standar yang disebut setara olimpiade. Artinya, peserta tidak lagi hanya dituntut menghafal materi pelajaran, melainkan harus mampu berpikir kritis, menganalisis persoalan, hingga menemukan solusi yang tepat.
Irjen Anwar menjelaskan bahwa tes akademik tetap mencakup sejumlah mata pelajaran penting.
Halaman Selanjutnya
"Polisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade," ungkap Irjen Anwar.