Sekolah Merah Putih Batam prioritaskan anak berprestasi dan hinterland
Sekolah Terintegrasi Merah Putih fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul melalui seleksi berbasis prestasiBatam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan bahwa Sekol...
Sekolah Terintegrasi Merah Putih fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul melalui seleksi berbasis prestasi
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan bahwa Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan memberikan prioritas bagi anak-anak berprestasi sekaligus membuka jalur khusus bagi anak-anak dari wilayah hinterland, khususnya Rempang dan Galang.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Minggu, mengatakan konsep Sekolah Terintegrasi Merah Putih berbeda dengan Sekolah Rakyat.
Jika Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, katanya menjelaskan, Sekolah Terintegrasi Merah Putih fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul melalui seleksi berbasis prestasi.
"Anak-anak yang masuk ke sini adalah anak-anak yang berprestasi. Namun kami juga memberikan ruang bagi anak-anak di Rempang dan Galang untuk mendapatkan kesempatan khusus," kata Amsakar.
Baca juga: Kemensos targetkan pembangunan SR di Kabupaten Landak pada Oktober
Amsakar menjelaskan, sekolah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 18,5 hektare dan mengusung konsep pendidikan terintegrasi mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Ia mengatakan, pembangunan sekolah melibatkan dunia usaha melalui skema pembiayaan penuh oleh pihak swasta. Setelah pembangunan selesai, fasilitas tersebut akan dihibahkan kepada pemerintah.
"Bukan pemerintah yang membangun atau membiayai. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan pematangan lahan. Setelah itu baru masuk tahap pembangunan," katanya.
Targetnya, pembangunan sekolah dapat rampung pada akhir 2028 sehingga proses penerimaan peserta didik baru sudah dapat dimulai pada tahun tersebut.
Baca juga: Khofifah: PKH datangi keluarga siswa SR 10 kali agar kembali sekolah
Meski pembangunannya didukung pihak swasta, Amsakar menegaskan pengelolaan sekolah sepenuhnya akan berada di bawah pemerintah.
"Lembaga ini bukan dikelola oleh swasta, tetapi dikelola oleh pemerintah. Nanti akan kami diskusikan lebih lanjut apakah di bawah BP Batam atau Pemerintah Kota Batam, tetapi tanggung jawabnya tetap pemerintah," ujarnya.
Selain menyiapkan infrastruktur, pemerintah juga akan melakukan rekrutmen tenaga pendidik secara khusus untuk memastikan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
"Kami membutuhkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan kapasitas. Karena itu akan dilakukan rekrutmen tersendiri agar sekolah ini benar-benar diisi oleh guru-guru terbaik," kata Amsakar.
Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan SDM unggul di Batam, sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di kawasan luar daratan.
Baca juga: Tulungagung kurangi target rombel Sekolah Rakyat karena minim peminat
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.