Sekda Banjar tekankan literasi kebencanaan perkuat kesiapsiagaan masyarakat - ANTARA News Kalimantan Selatan
Martapura (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Yudi Andrea menekankan pentingnya penguatan literasi kebencanaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang tangguh, adaptif dan ...
Martapura (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Yudi Andrea menekankan pentingnya penguatan literasi kebencanaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang tangguh, adaptif dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana di Kabupaten Banjar maupun Kalimantan Selatan.
Hal tersebut disampaikan Yudi pada Sosialisasi Penguatan Literasi Kebencanaan untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Kalsel dalam Menghadapi Ancaman Bencana di Aula BKPSDM Kabupaten Banjar, Martapura, Rabu.
Menurut Yudi, Kabupaten Banjar memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta tanah longsor sehingga semua harus diwaspadai.
Selain itu, diperlukan perubahan paradigma penanggulangan bencana dari sekadar langkah penanganan pascabencana menjadi upaya mitigasi risiko dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Baca juga: Wabup Banjar dorong peserta MTQ jadi duta Al Quran
"Literasi kebencanaan merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat. Bencana memang tidak selalu dapat dihindari, namun dampaknya, terutama risiko korban jiwa maupun kerugian material, dapat ditekan," ungkapnya.
Ditekankan, segala resiko itu bisa dicegah dan ditekan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat yang terjadi di lapangan.
Baca juga: Banjar perkuat karakter calon Paskibraka lewat revolusi mental
Ia menjelaskan literasi kebencanaan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengenalan jalur evakuasi, simulasi penanggulangan bencana, pemanfaatan sistem peringatan dini, hingga membangun budaya siaga bencana di lingkungan keluarga dan komunitas.
"Literasi kebencanaan bukan sekadar teori, melainkan pemahaman praktis mengenai jalur evakuasi, simulasi mandiri, peringatan dini, serta budaya siaga bencana di lingkungan keluarga dan komunitas," jelasnya.
Yudi juga mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Komisi VIII DPR RI yang menyelenggarakan sosialisasi tadi Kabupaten Banjar dan Pemkab Banjar berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pihak.
"Komitmen dilakukan bersama pemerintah pusat, BPBD, pemerintah desa dan kelurahan melalui berbagai program pengurangan risiko bencana, seperti Desa Tangguh Bencana, pembinaan relawan siaga, serta peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Bupati Banjar tegaskan komitmen jaga ketahanan pangan
Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Kalsel I Sandi Fitria Noor mengatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap penguatan sistem penanggulangan bencana nasional, salah satunya melalui dukungan regulasi berupa pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Menurut Sandi, Komisi VIII DPR RI juga mendorong BNPB memperkuat peran BPBD sebagai garda terdepan karena berhadapan langsung dengan masyarakat dalam penanganan berbagai potensi bencana.
"Khusus di Kalsel, kita dihadapkan pada ancaman banjir dan Karhutla sehingga keterlibatan aktif seluruh masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana," katanya.
Ditambahkan, kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang terus dibangun agar masyarakat mampu menghadapi setiap ancaman secara lebih baik dan semangat yang harus ditanamkan bersama, keselamatan bukanlah keberuntungan, melainkan hasil dari persiapan yang matang.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.