pickleballvnz.com

Sederet Fakta Event Lari di Bali yang Viral Gegara Diduga Tolak Peserta WNI

Home Life Be Updates ...

Dimitrie Hardjo | Beautynesia

Senin, 27 Jul 2026 14:00 WIB

Sederet Fakta Event Lari di Bali yang Viral Gegara Diduga Tolak Peserta WNI

Komunitas lari berisikan WNA di Canggu, Bali, yang viral./ Foto: Instagram.com/entourage.bali

Bali tidak hanya menghadapi overtourism, tapi juga diskriminasi yang dialami baru-baru ini. Entourage Run Club mengadakan sebuah event lari di Canggu, Bali, yang diduga menolak warga negara Indonesia (WNI) untuk ikut bergabung.

Kejadian ini mulai tersorot setelah unggahan bukti tangkapan layar viral di media sosial. Berdasarkan foto yang beredar, calon peserta lokal merasa mendapat diskriminasi dari pihak penyelenggara.

Perlakukan yang Berbeda terhadap Calon Peserta

Event lari Bali Silent Disco yang diduga diskriminatif terhadap warga lokal. (Tangkapan instagram entourage.bali)

Event lari Bali Silent Disco yang diduga diskriminatif terhadap warga lokal./ Foto: Instagram.com/entourage.bali

Tangkapan layar merupakan obrolan chat warga lokal yang mengalami penolakan saat mendaftar acara Disco Silent Run yang diselenggarakan Rabu (22/7/2026). Dikutip dari Detiknews, calon peserta WNI merasa dipersulit dan diabaikan. Sebaliknya, pendaftar orang asing langsung mendapat persetujuan untuk bergabung.

Oleh sebab itu, timbul spekulasi kuat bahwa seleksi keikutsertaan acara didasarkan pada kewarganegaraan. Kecaman kemudian membanjiri kegiatan yang diprakarsai dua warga negara Belanda tersebut. Bukan hanya dari sisi diskriminasi saja, tapi juga bagaimana kegiatan mengganggu aktivitas warga setempat karena menimbulkan kemacetan.

Seorang penggiat lari asal Inggris, Josh Fothergill, menyampaikan melalui unggahan media sosialnya, “Ada klub lari di Bali yang melarang orang Indonesia untuk bergabung. Kita bikin video ini karena sudah waktunya untuk bersuara demi sesuatu yang benar.”

Dalam video yang sama, Jack Ahearn, penggiat lari WNA lainnya, menambahkan "Bagaimana bisa kamu datang ke negara orang lain, lalu merasa punya hak melakukan hal seperti itu? Entourage Bali, perbaiki kelakuan kamu atau pergi dari sini!”

Pihak Penyelenggara Meminta Maaf

Pihak penyelenggara memberikan pernyataan permintaan maaf

Pihak penyelenggara memberikan pernyataan permintaan maaf/ Foto: instagram.com/entourage.bali

Panitia komunitas event lari telah memberikan pernyataan melalui akun media sosialnya, Beauties. Mereka meminta maaf kepada pihak yang telah tersakiti dan tersinggung atas isu yang beredar. Mereka juga membantah tuduhan diskriminasi terhadap calon peserta.

“Pertama dan terpenting, kami sangat menyesal atas orang-orang yang telah tersinggung dan terluka, dan kami tidak pernah bermaksud untuk tidak menghormati atau melakukan diskriminasi terhadap siapa pun,” tulis Entourage.

Mereka menjelaskan bahwa Entourage merupakan komunitas bagi para digital nomad yang baru datang di Bali. Aktivitas yang diselenggarakan bertujuan untuk menghubungkan mereka. Digital nomad tidak didefinisikan oleh kewarganegaraan, terlebih saat komunitasnya mencakup anggota dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Beberapa acara kami selalu terbuka dan gratis untuk diikuti siapa saja, sementara yang lain memiliki persyaratan partisipasi berdasarkan tujuan acara tersebut. Misalnya, acara tertentu dirancang khusus untuk para pekerja lepas digital, sementara yang lain, seperti jalan santai dan lokakarya untuk perempuan, ditujukan khusus untuk peserta perempuan.”

Mereka kemudian menjelaskan dalam event Silent Disco Run adalah acara berbayar pertama karena keterbatasan headphone di mana peserta WNI sebagai mayoritas dengan persentase mencapai 25 persen. Namun, mereka mengaku menghadapi masalah teknis dalam persetujuan otomatis untuk grup WhatsApp dan acara non-aktif.

Entourage turut menegaskan selalu membangun komunitas inklusif dan memberikan kontribusi positif bagi Bali. "Kami menghentikan sementara semua acara dan kegiatan kami. Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya," katanya.

WNA Tidak Diperbolehkan Mengatur Acara di Indonesia

Isu diskriminasi event lari itu juga dikecam oleh pihak imigrasi. Mengutip dari CNN Indonesia, Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenimipas Hendarsam Marantoko mengatakan bahwa dua WNA Belanda yang bertanggungjawab atas acara tersebut sudah tidak berada di Indonesia. Diketahui WNA yang teridentifikasi sebagai penyelenggara itu berinisial JAS (35), pemegang Izin tinggal terbatas (ITAS) untuk bekerja dan berinisial HQV (37) pemegang ITAS investor.

“Event lari tersebut merupakan bentuk negara dalam negara. Saat ini, WNA terkait diketahui sudah berada di luar wilayah Indonesia dan imigrasi telah menerapkan penangkalan kepada yang bersangkutan," terangnya. “Saya sudah memerintahkan jajaran Imigrasi Bali untuk memeriksa event organizer-nya, jika ada WNA, langsung tangkap.”

Bersama dengan itu, Hendarsam menegaskan bahwa WNA tidak diperbolehkan mengatur sebuah acara di Indonesia atau menjadi penyelenggara event organizer. Orang asing hanya diizinkan untuk menjadi kru atau tim resmi official dalam suatu acara yang melibatkan performer atau artis internasional.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

Pilihan Redaksi

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.