Sawah di Rejang Lebong jadi percontohan penerapan metode tanam PM-AAS - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Lahan persawahan Kelompok Tani Setia Kawan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjadi lokasi percontohan penerapan meto...
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Lahan persawahan Kelompok Tani Setia Kawan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjadi lokasi percontohan penerapan metode tanam padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
"Gerakan Tanam Serentak metode PM-AAS ini merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian untuk mendorong penerapan budidaya padi modern di tingkat petani guna meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," kata Ketua Tim Kerja Kabupaten Rejang Lebong dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Provinsi Bengkulu, Didik Ari Supeno di Rejang Lebong, Senin.
Baca juga: Pemkab Rejang Lebong usulkan revitalisasi 21 Puskesmas ke Kemenkes
Dia menjelaskan, kegiatan di Desa Kampung Baru tersebut merupakan pelaksanaan tahap kedua, setelah sebelumnya dilakukan penanaman secara swadaya untuk menguji keandalan metode PM-AAS dengan luasan lahan mencapai 2 hektare.
"Salah satu keunggulan utama metode PM-AAS adalah potensi peningkatan produktivitas padi hingga dua kali lipat, dari sebelumnya 4–5 ton per hektare menjadi 8–10 ton per hektare," ujar Didik.
Didik menambahkan, peningkatan populasi tanaman menjadi faktor kunci dalam metode PM-AAS. Jika sebelumnya metode jajar legowo memiliki populasi terbatas, PM-AAS mampu meningkatkan populasi tanaman hingga dua kali lipat, sehingga satu kali tanam menghasilkan produksi yang setara dua kali penanaman metode biasa.
Program PM-AAS di Kabupaten Rejang Lebong ditargetkan mencakup areal seluas 883 hektare. Desa Kampung Baru dipilih karena memiliki hamparan persawahan yang luas dan potensial menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam menerapkan teknologi pertanian modern.
Kementerian Pertanian menggelar gerakan tanam serentak secara berkala sejak April 2026 sebagai langkah menjaga kesinambungan produksi pangan nasional usai keberhasilan capaian swasembada beras pada 2025.
"Kita menyadari bahwa ketika ada penanaman, nantinya akan ada panen. Karena itu, produksi harus terus dijaga agar mampu memenuhi kebutuhan nasional secara berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong, R. Ade Fitriyeni menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan kepada kelompok tani melalui tenaga penyuluh.
"Gerakan tanam PM-AAS ini merupakan program nasional. Kami memberikan pendampingan serta menyalurkan bantuan sarana produksi dari Kementerian Pertanian berupa benih, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian," kata Ade.
Ia berharap kelompok tani di Kecamatan Selupu Rejang dapat memanfaatkan dukungan sarana produksi dan mengoptimalkan teknologi PM-AAS untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta menyokong swasembada beras nasional.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.