Satu orang tewas akibat kecelakaan tunggal di Jalibar Malang - ANTARA News Jawa Timur
Sopir yang meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Malang, Jawa Timur menyatakan bahwa satu orang d...
Sopir yang meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Malang, Jawa Timur menyatakan bahwa satu orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan tunggal truk bermuatan tetes tebu di Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis.
Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudi, menyampaikan korban tewas pada kejadian itu merupakan sopir truk bernama Mustain asal Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
"Sopir yang meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang," kata Samsul.
Polisi menduga penyebab tewasnya korban dikarenakan dia tertimpa badan truk beserta muatannya saat mencoba menyelamatkan diri dengan melompat keluar ruang kemudi ketika insiden itu terjadi.
Polisi menduga truk mengalami kegagalan fungsi pengereman saat melintas tempat kejadian perkara, pasalnya di lokasi itu tak ditemukan bekas pengereman kendaraan.
Samsul menjelaskan, sebelum mengalami kecelakaan truk bermuatan tetes tebu melaju dari arah barat menuju ke timur Jalibar Kabupaten Malang atau tepatnya di wilayah Taman Puspa. Truk ditengarai mengalami permasalahan teknis hingga hilang kendali.
Akibatnya truk pun terguling hingga akhirnya menabrak pohon yang berada di sisi kiri jalan.
Sementara itu, dia menyampaikan proses evakuasi sempat terkendala lantaran keberadaan korban yang tidak diketahui. Proses pencarian dilakukan dan memakan waktu sekitar 30 menit.
"Sempat diduga melarikan diri tetapi setelah dilakukan pencarian ternyata sopir masih berada di bawah badan truk," ujar dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.