pickleballvnz.com

Satgas Jambi usul helikopter super puma atasi karhutla di TN Berbak - ANTARA News Jambi

Kota Jambi (ANTARA) - Satuan tugas (satgas) Provinsi Jambi mengusulkan pengiriman helikopter Super Puma ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di da...

Kota Jambi (ANTARA) - Satuan tugas (satgas) Provinsi Jambi mengusulkan pengiriman helikopter Super Puma ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam Kawasan Taman Nasional (TN) Berbak.

"Kami (rapat) khusus membahas langkah-langkah tindak lanjut situasi yang ada di lokasi di taman nasional," kata Gubernur Jambi Al Haris di Kota Jambi, Selasa.

Gubernur menjelaskan penanganan karhutla di lahan milik masyarakat relatif lebih mudah dijangkau karena prinsip akses, alat, dan air, dapat terpenuhi dengan baik.

Namun tantangan besar dihadapi petugas, lanjut dia, ketika kebakaran terjadi di Kawasan TN Berbak, karena di sana aksesnya sulit, kemudian untuk membawa alat ke sana juga petugas mengalami hambatan.

Ditambah lagi, kata dia, kondisi air di sana sangat terbatas, membuat tim saat ini mengalami kesulitan melakukan upaya pemadaman.

Sebagai langkah penanganan yang lebih efektif, Satgas telah menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Danrem dan mengusulkan bantuan helikopter Super Puma kepada pemerintah pusat.

Penggunaan sarana udara ini dinilai sebagai solusi terbaik mengingat tim darat sangat kesulitan menjangkau lokasi dan membawa alat berat ke dalam kawasan taman nasional.

Untuk itu satgas tengah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk bantuan helikopter Super Puma supaya bisa mengirim anggota ke kawasan karhutla melalui udara.

Al Haris mengungkapkan hingga hari ini (13/10) luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 4.335 hektare.

"Nanti helinya berlabuh di sana, kita bawa perlengkapan, pasang tenda, nanti mereka akan bekerja di sana," ucap Gubernur Al Haris.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.