Sambut Hari Anak Nasional, Regina Art Hadirkan Teater Inklusif Fantasy Land
Jadi intinya...Regina Art dan Indonesia Kaya hadirkan teater "Fantasy Land" untuk Hari Anak Nasional 2026.Pertunjukan ini inklusif, ajarkan empati, keberanian, dan persahabatan bagi semua anak.Penyesuaian tekni...
Jadi intinya...
- Regina Art dan Indonesia Kaya hadirkan teater "Fantasy Land" untuk Hari Anak Nasional 2026.
- Pertunjukan ini inklusif, ajarkan empati, keberanian, dan persahabatan bagi semua anak.
- Penyesuaian teknis dilakukan agar anak berkebutuhan khusus nyaman menikmati seni teater.
Liputan6.com, Jakarta - Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Regina Art berkolaborasi dengan Indonesia Kaya mempersembahkan pertunjukan teater bertajuk "Fantasy Land". Hadirnya pementasan ini untuk mengajak anak-anak menjelajahi dunia imajinasi sekaligus belajar tentang empati, keberanian, dan persahabatan.
Pertunjukan ini mengusung konsep inklusif yang ramah bagi seluruh anak. Pendiri Regina Art, Joane Win, mengatakan karya tersebut lahir dari keinginan untuk menghadirkan akses seni yang setara bagi semua anak.
"Fantasy Land lahir dari sebuah mimpi sederhana, yaitu menghadirkan dunia imajinasi dan keajaiban seni teater yang dapat diakses dan dinikmati oleh semua anak, tanpa terkecuali. Kami ingin setiap anak merasa memiliki ruang yang sama untuk menikmati seni dan menjadi bagian dari cerita yang kami hadirkan," ujar Joane Win di Jakarta, Kamis (16/7).
Tema persahabatan dipilih sebagai inti cerita karena dinilai penting dalam perkembangan emosional anak sejak usia dini. Joane, yang juga menulis naskah pertunjukan ini, ingin menghadirkan makna persahabatan sebagai bentuk penerimaan tanpa syarat.
"Anak-anak dengan autisme tidak membutuhkan perlakuan yang berbeda, tetapi membutuhkan lingkungan yang memahami dan menerima cara mereka berkomunikasi maupun mengekspresikan diri. Melalui Fantasy Land, kami ingin menunjukkan bahwa persahabatan tidak mengenal batas, termasuk perbedaan dalam cara berinteraksi," jelasnya.
Ingin Menyambut Setiap Anak yang Hadir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299563/original/035210000_1784264972-Fantasy_Land___2_.jpg)
Perbesar
Berbagai penyesuaian teknis dilakukan untuk mendukung kenyamanan penonton, mulai dari tata cahaya hingga pengaturan suara. Langkah ini dilakukan agar anak-anak dengan sensitivitas tertentu tetap dapat menikmati pertunjukan tanpa mengurangi kualitas artistik pementasan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak yang hadir merasa diterima, dihargai, dan dapat menikmati pertunjukan dengan penuh sukacita. Karena bagi kami, seni bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi tentang menciptakan ruang di mana setiap anak merasa menjadi bagian dari cerita," tuturnya.
Berangkat dari Sebuah Keprihatinan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299564/original/047820100_1784264972-Fantasy_Land___1_.jpg)
Perbesar
Gagasan menghadirkan pertunjukan inklusif ini berangkat dari keprihatinan Joane terhadap minimnya ruang seni yang benar-benar ramah bagi anak berkebutuhan khusus. Ia berharap pesan tentang persahabatan yang melampaui perbedaan dapat diterima oleh seluruh penonton.
"Saya merasa pertunjukan di Indonesia masih belum banyak yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus, padahal mereka membeli tiket yang sama. Itu yang mendorong kami membuka ruang pertunjukan yang lebih inklusif. Kami ingin menunjukkan tentang persahabatan sejati tanpa terhalang komunikasi. Setiap individu memiliki cara mengekspresikan diri yang berbeda. Mereka bebas menikmati pertunjukan," ujarnya.
Cerita di Balik Fantasy Land
Sementara itu, sutradara Kemal Ferdiansyah mengungkapkan bahwa cerita "Fantasy Land" diangkat dari dinamika sederhana dalam kehidupan sehari-hari antara anak dan orang tua. Ia menghadirkan karakter "Black Shadow" sebagai simbol cara pandang yang kerap membatasi eksplorasi dunia anak.
"Yang kami angkat sebenarnya sederhana, bagaimana perilaku anak-anak dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana orang tua memandang mereka.Dunia anak-anak penuh warna. Sementara Black Shadow hanya melihat satu warna. Karakter itu mewakili sudut pandang orang tua," kata Kemal
Pertunjukan *Fantasy Land* sendiri akan digelar di Galeri Indonesia Kaya pada 18 Juli 2026. Pertunjukan ini dipentaskan dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Wulan Guritno Persembahkan Sebuah Bunga untuk Tim Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia 2026