Saat Karya Mendapat Ruang, Peluang Seniman untuk Dikenal Makin Terbuka
Lifestyle Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB Jakarta, VIVA – Karya seni tid...
Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB
Jakarta, VIVA – Karya seni tidak hanya menjadi media untuk menuangkan kreativitas, tetapi juga sarana bagi seseorang untuk menyampaikan pengalaman, pemikiran, dan pandangannya terhadap kehidupan.
Baca Juga
Setiap karya memiliki cerita tersendiri yang lahir dari proses panjang, mulai dari pencarian ide hingga eksperimen dalam menentukan bentuk dan teknik yang tepat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, perjalanan seorang seniman tidak selalu berhenti setelah sebuah karya selesai dibuat. Kesempatan untuk memperkenalkan karya kepada publik, memperoleh apresiasi, dan bertemu dengan kreator lain juga menjadi bagian penting dalam perkembangan karier mereka.
Baca Juga
Karena itu, ruang ekspresi yang memungkinkan seniman berbagi perspektif dapat membantu memperluas jangkauan karya sekaligus membuka peluang baru.
Salah satu upaya menghadirkan ruang tersebut terlihat melalui penyelenggaraan kompetisi seni yang dapat mempertemukan seniman dari berbagai daerah bahkan negara untuk mengolah gagasan mengenai kekuatan serta ketangguhan melalui pendekatan artistik masing-masing.
Baca Juga
Misalnya seperti Regional Art Competition 2026 di Indonesia. Mengangkat tema “Strength & Resilience”, kompetisi tersebut mengajak peserta memaknai kekuatan dan ketangguhan berdasarkan pengalaman pribadi maupun kondisi lingkungan di sekitar mereka. Tema ini diterjemahkan ke dalam karya dengan gaya, teknik, dan cerita yang beragam.
Hampir 2.500 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand tercatat mengikuti kompetisi tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 karya terpilih untuk mewakili ketiga negara pada tingkat regional.
Pertemuan seniman dari berbagai negara dinilai dapat memperkaya cara masyarakat memandang kreativitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Bagi kami hadirnya kompetisi di tingkat regional memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat kreativitas dari perspektif yang lebih beragam. Melalui pertemuan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, kami berharap ajang ini dapat mendorong ide-ide baru, saling menginspirasi dan mengapresiasi karya dari lintas negara, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi seniman dari kawasan Asia Tenggara untuk mendapatkan perhatian di tingkat regional,” ujar Edwin Cheah, Direktur Utama MR DIY Indonesia di Jakarta pada Rabu (7/10/26).
Pada penyelenggaraan tahun ini, dua seniman Indonesia berhasil meraih penghargaan tertinggi atau Grand Prize. Veronica Liana memenangkan kategori Umum melalui karya Rupa Tan Matra #3, sedangkan Muhammad Ragib Noer Khasyi meraih Grand Prize kategori Pelajar & Mahasiswa lewat karya Yang Tersisa Sepulang Kerja (1).
Halaman Selanjutnya
Bagi Veronica, ruang untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat menjadi salah satu hal yang membuat ajang semacam ini berarti bagi para seniman.