Rupiah Terus Tertekan, Money Changer Sudah Jual Dolar Hingga Rp18.120
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah tempat penukaran uang (money changer) tampak melakukan penyesuaian kurs jual dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Hal ini dilakukan di tengah menguatnya dolar Amerika Serika...
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah tempat penukaran uang (money changer) tampak melakukan penyesuaian kurs jual dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Hal ini dilakukan di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,17% ke posisi Rp18.030/US$ pada hari ini, dibandingkan penutupan Jumat (16/10/2026) di level Rp18.000/US$.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, dua tempat penukaran uang (money changer) di kawasan Jakarta Pusat tampak menjual dolar Amerika Serikat bahkan sudah di atas Rp18.000.
Misalnya, PT Daffa Indo Valuta yang berada di Kwitang Jakarta Pusat. Mereka menetapkan kurs jual Rp18.120 per dolar Amerika Serikat pada hari ini, Senin (19/10/2026). Sementara, kurs belinya adalah Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.
"Untuk kurs [beli] dolar Amerika Serikat ini grafiknya meningkat ya. Dari mulai Senin minggu lalu itu masih di Rp17.600, sekarang sudah Rp17.900. Dengan kata lain berarti sudah ada peningkatan 300 poin di seminggu ini," ujar Supervisor PT Daffa Indo Valuta Aris Permana saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (19/10/2026).
Masyarakat pun terpantau berbondong-bondong membeli dolar Amerika Serikat saat kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu, Jumat (16/10/2026).
PT Daffa Indo Valuta banyak melakukan penjualan dolar AS ke masyarakat usai IHSG anjlok karena Morgan Stanley Capital International membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia.
Supervisor PT Daffa Indo Valuta Aris Permana mengatakan fenomena tersebut menyebabkan harga dolar AS mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena jumlah permintaan melampaui ketersediaan dolar AS di pasar saat itu.
"Justru waktu itu malah banyak yang beli. Nah, makanya kenapa dolar AS nya di hari Jumat naik itu karena peminat dolar AS-nya meningkat daripada yang jualnya," ujar Aris saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (19/10/2026).
Sementara, Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer di Menteng, Jakarta Pusat menetapkan kurs jual dolar Amerika Serikat Rp18.020 dan kurs beli Rp18.070.
Meski demikian, Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer tidak menjelaskan mengenai tren perubahan kurs tersebut dalam sepekan.
Salah satu orang yang menukarkan uangnya adalah seorang pekerja bernama Adil Haryono (57).
Dalam hal ini, Adil menukarkan US$10.000 miliknya ke rupiah dengan kurs Rp18.020. Dengan demikian, dia mendapatkan Rp180,2 juta. Menurutnya, salah satu alasan menukar dolar AS ke rupiah karena peningkatan kurs.
"Pengaruh yang lebih signifikan karena makin tingginya nilai dolar aja," ujar Adil saat berbincang dengan CNBC Indonesia.
"Kita semua tahu ya kondisi Indonesia saat ini kita tahu ya semuanya. Nilai rupiah hampir enggak ada harganya gitu ya," ujarnya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]