pickleballvnz.com

Rumah Eks Menteri Digerebek, Kasus Korupsi Miras-Modus Bar ‘Hantu’

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan menteri menggegerkan negeri karena kasus korupsi minuman keras (miras). Ini setidaknya terjadi di India, sebagaimana dimuat The Week, dikutip Jumat (31/7/2026). Mantan Menteri n...

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan menteri menggegerkan negeri karena kasus korupsi minuman keras (miras). Ini setidaknya terjadi di India, sebagaimana dimuat The Week, dikutip Jumat (31/7/2026).

Mantan Menteri negara bagian Tamil Nadu, V. Senthil Balaji, terseret skandal dugaan korupsi besar di perusahaan monopoli penjualan miras milik pemerintah, Tamil Nadu State Marketing Corporation (TASMAC). Kasus ini menghebohkan India setelah penyidik mengungkap dugaan praktik mafia yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Direktorat Kewaspadaan dan Antikorupsi (Directorate of Vigilance and Anti-Corruption/DVAC) bahkan menggerebek 41 lokasi yang terkait dengan Balaji dan para sekutunya. Rumah Balaji di Distrik Karur juga jadi titik penggerebekan.

Pilihan Redaksi

Dalam laporan penyidik, disebut bagaimana Balaji dan enam orang lainnya membentuk sindikat yang memanipulasi sistem distribusi dan perizinan miras milik negara selama periode 2021-2025. Menurut penyidik, kasus ini bukan sekadar dugaan suap, melainkan jaringan korupsi yang telah menggerogoti pendapatan negara melalui manipulasi tender, izin usaha, hingga distribusi minuman keras.

Modus "Bar Hantu"

Salah satu temuan terbesar adalah keberadaan "ghost bars" atau bar hantu. Dalam penyelidikan di enam wilayah utama, dari 857 bar yang tercatat dalam dokumen resmi, sebanyak 284 bar berstatus tutup di atas kertas namun diduga tetap beroperasi tanpa memperbarui izin maupun menyetor kewajiban kepada pemerintah.

Akibat praktik tersebut, negara ditaksir kehilangan sedikitnya lebih dari 32 crore rupee (sekitar Rp 60,8 miliar) hanya di tiga wilayah selama 2022-2023. Penyidik menduga para pejabat TASMAC di tingkat daerah ikut berkolusi dengan pemilik bar sehingga aturan tender dilanggar dan penerimaan negara bocor.

Ada "Bos Bayangan"

Temuan lain yang mengejutkan adalah dugaan keberadaan "shadow managing director" atau direktur utama bayangan.

DVAC menuduh seorang pengusaha bernama Rathesh Raj Shanmugavel, yang tidak memiliki jabatan resmi di pemerintahan, memiliki pengaruh besar terhadap pengambilan keputusan di TASMAC.

Ia diduga mengendalikan berbagai kebijakan penting, mulai dari persetujuan merek minuman keras yang boleh dijual, manipulasi tender bar, hingga mutasi pejabat daerah demi menjaga kepentingan kelompoknya.

Mark Up Harga

Sindikat juga diduga mengambil keuntungan langsung dari konsumen. Menurut penyidik, selama 2021-2025, berbagai merek minuman keras dijual dengan harga 10 hingga 100 rupee di atas harga eceran maksimum (MRP). Untuk minuman impor, selisih harga bahkan disebut mencapai 500 rupee per botol.

Uang hasil mark up tersebut diduga tidak masuk ke kas negara, melainkan mengalir kepada jaringan pelaku sebagai dana ilegal. Selain itu, penyidik menemukan dugaan manipulasi tender transportasi, penggunaan perusahaan boneka, hingga pencucian uang melalui transaksi pemasok botol dan perusahaan penyulingan.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]