RSUD ZUS lakukan strategi pengembangan, tingkatkan layanan kesehatan - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo melakukan strategi pengembangan dalam meningkatkan layanan kesehatan yang lengkap dan berkuali...
Gorontalo (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo melakukan strategi pengembangan dalam meningkatkan layanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas, di rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Zainal Umar Sidiki dr S Galuh Pawestri di Gorontalo Utara, Minggu mengatakan strategi pengembangan yang dilakukan adalah, optimalisasi layanan Intensive Cara Unit (ICU), percepatan pembukaan layanan kemoterapi, optimalisasi layanan kamar bedah, serta pembukaan ICU isolasi.
Prospek tersebut, menjadi komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui berbagai program pengembangan layanan strategis.
Pengembangan tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas, sehingga semakin banyak layanan yang diberikan di daerah tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar kabupaten.
Salah satu fokus utama adalah optimalisasi layanan ICU. Saat ini kata Galuh, RSUD ZUS memiliki tujuh tempat tidur ICU, dilengkapi dengan ventilator dan peralatan penunjang perawatan intensif.
Ke depan, rumah sakit merencanakan renovasi ruangan ICU agar lebih representatif sesuai standar pelayanan, sekaligus melengkapi kebutuhan obat-obatan dan perbekalan medis khusus ICU.
Penguatan layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penanganan pasien kritis, serta mengurangi angka rujukan ke rumah sakit lain.
Di bidang bedah, layanan kamar operasi juga terus berkembang dengan kemampuan melayani rata-rata lima sampai enam tindakan operasi setiap hari, termasuk layanan operasi mata yang mencapai sekitar 25 pasien setiap bulan.
Potensi ini masih sangat besar ditingkatkan melalui renovasi gedung kamar operasi, penyempurnaan fasilitas penunjang, serta pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan sehingga kapasitas pelayanan bedah semakin optimal.
Selain itu, tambah Galuh, pengembangan yang paling dinantikan masyarakat, adalah percepatan layanan kemoterapi.
Ia mengatakan diproyeksikan RSUD ZUS menjadi rumah sakit keempat di Provinsi Gorontalo, yang membuka layanan kemoterapi.
Berbagai persiapan terus dipercepat, gedung layanan kemoterapi telah selesai dibangun dan dalam tahap melengkapi fasilitas.
RSUD ZUS juga memperoleh dukungan pendanaan Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) dari Kementerian Kesehatan RI, untuk pembangunan gedung farmasi layanan kemoterapi.
Termasuk mendapatkan bantuan alat mamografi, CT scan, serta fasilitas pencampuran obat sitostatika guna mendukung pelayanan kanker yang lebih komprehensif.
Dari sisi sumber daya manusia, rumah sakit ini telah menyiapkan tenaga kompeten.
"Kita memiliki satu dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan onkologi, satu dokter spesialis penyakit dalam dengan keahlian layanan kemoterapi, satu perawat kemoterapi terlatih, serta satu apoteker dengan keahlian penanganan obat sitostatika," kata Galuh.
Kehadiran layanan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Gorontalo Utara, karena pasien kanker dapat memperoleh kemoterapi di daerah sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Layanan kemoterapi juga diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi rumah sakit.
RSUD ZUS juga merencanakan pembangunan ICU Isolasi Terpadu, sebagai bagian dari penguatan pelayanan pasien kritis dengan penyakit infeksi.
Selama ini kebutuhan terhadap ICU isolasi cukup tinggi, sehingga masih terdapat pasien yang harus dirujuk ke luar daerah.
Tersedianya ICU isolasi, diharapkan pelayanan pasien kritis dapat dilakukan lebih cepat, aman dan optimal.
Galuh menegaskan seluruh strategi pengembangan tersebut, merupakan komitmen rumah sakit menghadirkan pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas.
"Kami berkomitmen terus mengembangkan layanan kesehatan RSUD Zainal Umar Sidiki secara bertahap dan berkelanjutan," katanya.
Pengembangan tidak hanya pembangunan sarana dan prasarana, namun peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyediaan peralatan medis modern, serta pemenuhan kebutuhan obat-obatan.
Semakin banyak layanan yang diberikan, diharapkan masyarakat memperoleh pelayanan cepat, berkualitas dan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu,.
"Keberhasilan pengembangan layanan memerlukan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat," kata Galuh.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.