pickleballvnz.com

RSJPD Harapan Kita dampingi bedah jantung terbuka di Kepri

Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita melakukan Proctorship atau program pendampingan terhadap bedah jantung terbuka pasien di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) ANTARA News kepri 5 ...

RSJPD Harapan Kita dampingi bedah jantung terbuka di Kepri

Kamis, 8 Oktober 2026 21:12 WIB

Image Print

Pasien antre berobat di ruang tunggu RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang, Kamis (8/10/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita melakukan Proctorship atau program pendampingan terhadap bedah jantung terbuka pasien di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita dokter Iwan Dakota mengatakan pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka menjadi tahapan penting, karena menunjukkan kesiapan ekosistem layanan jantung di rumah sakit, termasuk layanan diagnostik dan intervensi yang mendukungnya.

"Proctorship itu transfer pengetahuan dan keterampilan dari rumah sakit pengampu ke rumah sakit yang diampu," kata Iwan dalam kunjungannya ke RSUD RAT Kepri di Kota Tanjungpinang, Kamis.

Ia mengatakan RSJPD Harapan Kita telah melakukan pendampingan layanan jantung di Kepri sejak 2023. Saat itu, Kepri menjadi provinsi ke-21 dari 34 provinsi yang mulai menjalankan pembelajaran operasi bedah jantung terbuka melalui program pengampuan

Dia juga menekankan proses pengampuan tidak berhenti pada pelaksanaan operasi. Tim pengampu akan melakukan pemantauan, evaluasi, serta pendampingan secara berkala untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

“Sekarang kita revitalisasi lagi. Rumah sakit pengampu di pusat mempunyai kewajiban untuk menjamin mutu pelayanan di rumah sakit yang didampingi agar standarnya sama dengan di Harapan Kita," kata dia.

Sementara, Direktur RSUD RAT Kepri dokter Bambang Utoyo mengatakan dalam kegiatan proctorship kali ini, tim heart team RSUD RAT bersama tim RSJPD Harapan Kita telah melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap pasien yang memenuhi kriteria tindakan.

Menurutnya ada dua pasien ditetapkan untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka, dengan satu pasien lainnya disiapkan sebagai pasien cadangan.

"Kegiatan Proctorship berlangsung selama 8-10 Oktober 2026, meliputi persiapan dan pembekalan tim, pelaksanaan tindakan operasi bersama proktor, perawatan pascaoperasi di ICU, serta evaluasi dan diskusi," ungkapnya.

Senada, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik program Proctorship bedah jantung tersebut sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan rujukan agar masyarakat tidak lagi harus pergi ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan penyakit jantung yang membutuhkan tindakan kompleks.

"Tujuan dari Proctorship ini bagaimana masyarakat kita tidak lagi berobat untuk penyakit-penyakit berat ke Jakarta, namun mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas di Kepri," ujar Ansar

Gubernur mengatakan penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, terutama untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah.

Menurutnya Provinsi Kepri saat ini memiliki 13 rumah sakit milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta 96 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah. Namun, peningkatan kualitas layanan harus terus dilakukan, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.

Ansar menyampaikan RSUD Raja Ahmad Tabib terus ditingkatkan kapasitasnya sebagai rumah sakit rujukan provinsi. Saat ini, Pemprov Kepri tengah membangun gedung poliklinik enam lantai yang nantinya terkoneksi dengan gedung utama. Pengembangan juga dilakukan untuk memperkuat fasilitas rawat inap.

Tidak hanya infrastruktur, lanjutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan di Kepri.

Pemprov Kepri turut memberikan dukungan pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis yang diproyeksikan untuk memperkuat kebutuhan tenaga medis di rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota.

"Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan layanan dasar dan layanan penunjang di daerah," demikian Ansar.

Pewarta : Ogen
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.