RI Diproyeksikan Catat 19 Ribu Orang Meninggal gegara Suhu Panas
Jakarta - Lebih dari 450.000 orang diproyeksikan meninggal akibat tambahan panas yang dibawa fenomena El Nino ekstrem hingga Februari 2027. Perkiraan tersebut berdasarkan estimasi para ilmuwan iklim.Kematian...
Jakarta -
Lebih dari 450.000 orang diproyeksikan meninggal akibat tambahan panas yang dibawa fenomena El Nino ekstrem hingga Februari 2027. Perkiraan tersebut berdasarkan estimasi para ilmuwan iklim.
Kematian tersebut merupakan tambahan dari kematian dini yang telah terjadi akibat peningkatan suhu yang dipicu oleh krisis iklim. Dampaknya diperkirakan terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, India, Nigeria, hingga Amerika Serikat.
Selain kematian akibat panas, El Nino juga diperkirakan dapat menyebabkan lebih banyak korban akibat kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti memperkirakan kematian akibat panas pada tingkat regional. Menurut mereka, proyeksi tersebut dapat membantu mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan langkah perlindungan untuk mengurangi dampak panas dan menyelamatkan nyawa.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan prakiraan cuaca panas, menyediakan pusat pendinginan sebagai tempat berlindung, menambah tenaga medis di fasilitas kesehatan saat periode terpanas, serta meningkatkan perlindungan bagi pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.
Berikut 10 negara dengan proyeksi tambahan kematian akibat panas tertinggi:
El Nino yang saat ini meningkatkan suhu di berbagai wilayah dunia disebut telah melampaui suhu tertinggi yang pernah tercatat untuk fenomena tersebut pada Senin, beberapa bulan sebelum diperkirakan mencapai puncaknya.
Panas yang dihasilkan fenomena ini jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah kejadian El Nino sebelumnya. Sejumlah ilmuwan menggambarkannya sebagai kondisi yang "mind-blowing" dan "Godzilla-level".
El Nino merupakan fenomena iklim alami, tetapi dampaknya dapat diperparah oleh pemanasan global.
"Perkiraan 451.000 orang adalah angka yang sangat besar hingga dapat membuat orang sulit memahaminya. Namun, angka tersebut terdiri dari orang tua dan anak-anak, kakek-nenek dan tetangga, orang yang pergi bekerja, merawat keluarga, dan menjalani kehidupan mereka," kata Prof Michael Greenstone, salah satu penulis laporan sekaligus salah satu pendiri Climate Impact Lab dan profesor di University of Chicago, dikutip The Guardian.
Proyeksi kematian tersebut mencakup periode Juni 2026 hingga Februari 2027. Sebagian kematian akibat panas diperkirakan telah terjadi sejak Juni 2026, sementara Februari 2027 merupakan batas akhir prakiraan suhu yang digunakan dalam proyeksi tersebut.
Namun, peningkatan kematian akibat panas diperkirakan masih berlanjut hingga Juni atau Juli 2027.
Dalam enam bulan mendatang, negara-negara tropis seperti Nigeria, Indonesia, Sudan, India, dan Brasil diproyeksikan menjadi negara yang paling terdampak. Amerika Serikat masuk dalam 20 negara dengan dampak terbesar, dengan sekitar 3.500 tambahan kematian akibat panas yang diproyeksikan.
Secara lebih luas, kawasan Sahel di Afrika dan Asia Tenggara diperkirakan menjadi wilayah yang terdampak cukup besar.
Para peneliti menyebut El Nino saat ini sebagai "gambaran dari masa depan". Fenomena tersebut mendorong suhu ke tingkat yang menurut proyeksi krisis iklim baru akan terjadi sekitar 20 tahun mendatang.
"Meningkatkan respons terhadap kondisi darurat dan menargetkan upaya dengan lebih baik dapat menyelamatkan banyak nyawa tahun ini," kata Dr Tamma Carleton, salah satu penulis laporan dari University of California, Berkeley.
"Namun, 20 tahun dari sekarang, ketika suhu ekstrem saat ini menjadi normal baru, kita tidak ingin terus-menerus berada dalam kondisi darurat. Kita perlu bergerak sekarang untuk merancang, menerapkan, dan mengevaluasi berbagai upaya yang dapat menyelamatkan nyawa di masa mendatang," sambungnya.
Proyeksi ini dibuat menggunakan metode yang telah ditinjau oleh para ahli yang melacak hubungan bulanan antara suhu dan peningkatan kematian akibat panas di 24.378 wilayah di seluruh dunia. Hal ini dikombinasikan dengan perkiraan suhu yang lebih tinggi akibat El Nino di bulan-bulan mendatang. Garis dasar yang digunakan adalah jumlah kematian akibat panas pada bulan rata-rata dari tahun 1996 hingga 2025.
Halaman 2 dari 2
(suc/naf)