RI & Negara Arab-Muslim Kompak Kutuk Serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia dan sejumlah negara Arab serta negara mayoritas Muslim kompak mengutuk Israel atas serbuan terhadap kompleks Masjid Al Aqsa.Dalam pernyataan bersama dengan Menlu Mesir, Yorda...
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia dan sejumlah negara Arab serta negara mayoritas Muslim kompak mengutuk Israel atas serbuan terhadap kompleks Masjid Al Aqsa.
Dalam pernyataan bersama dengan Menlu Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA), Sugiono menyampaikan kutukan keras terhadap tindakan para pemukim Israel di Masjid Al Aqsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kutukan itu utamanya menyasar aksi penyerangan massal ekstremis Israel di bawah pimpinan menteri-menteri sayap kanan, pengibaran bendera Israel di halaman masjid, pendirian dua tenda oleh polisi Israel, dan semua tindakan provokatif lain.
"Para Menlu menekankan bahwa tindakan provokatif dan tidak dapat diterima ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, resolusi PBB yang relevan, serta status quo historis dan legal di tempat-tempat suci di Yerusalem Timur," demikian pernyataan bersama para menlu, seperti diunggah akun media sosial X @Kemlu_RI.
Para menteri selanjutnya menyesalkan dan mengutuk keras tindakan penghasutan ilegal dan ekstremis, seruan mobilisasi penyerangan, serta kekerasan oleh para menteri dan kelompok ekstremis Israel.
Para menlu memperingatkan bahwa tindakan provokatif semacam ini memicu kebencian dan ekstremisme, serta menghambat upaya untuk mendorong perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara.
"Pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem dan tempat-tempat ibadahnya, ditambah dengan pembatasan akses yang diskriminatif dan sewenang-wenang ke tempat-tempat ibadah lain di Kota Tua, merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, dan upaya yang melanggar hukum untuk mengubah status quo historis dan legal," demikian pernyataan para menlu.
Mereka pun menekankan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem atau situs-situs suci Islam dan Kristen di wilayah tersebut.
Pilihan Redaksi
- Foto Lamine Yamal Dipasang di Drone Iran yang Hantam Pangkalan AS
- Netanyahu Pede Pakta Nuklir AS-Saudi Jalan Normalisasi dengan Riyadh
- 2 Orang Ditikam di New York, Mamdani Sebut Perbuatan Tercela
Lebih lanjut, para menteri juga mengutuk pelanggaran dan tindakan sistematis yang terus-menerus dilakukan oleh Israel, sebagai kekuatan pendudukan, yang bertujuan mengubah karakter historis, hukum, dan demografis Yerusalem Timur serta merusak kesucian dan status situs-situs suci Islam dan Kristennya.
Mereka menegaskan kembali penolakan kategoris terhadap setiap upaya untuk mengubah status quo historis dan legal di Yerusalem serta situs-situs suci Islam dan Kristennya, dan menekankan pelestariannya sambil mengakui peran khusus dari penjagaan historis Hashemite.
Para Menteri menegaskan kembali bahwa seluruh area Masjid Al Aqsa, yang luasnya mencapai 144 dunam, adalah tempat ibadah khusus untuk umat Muslim. Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al Aqsa, yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania, juga disebut satu-satunya badan hukum dengan yurisdiksi eksklusif untuk mengelola urusan situs suci tersebut.
"Para Menteri menyerukan kepada Israel selaku kekuatan pendudukan untuk segera mencabut pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem dan menahan diri dari menghalangi akses jemaah Muslim ke Masjid tersebut," demikian pernyataan bersama para menlu.
"Para menteri juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas yang memaksa Israel untuk menghentikan pelanggaran dan praktik ilegal yang terus berlanjut terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem, serta pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci tersebut," pungkas para menlu.
Pada Kamis (23/7) pagi, ribuan pasukan pendudukan Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.
Serbuan itu dilakukan saat umat Yahudi memperingati hari raya Tisha B'Av yang memperingati "penghancuran Bait Suci".
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan para pemukim "melakukan ritual Talmud selama penyerbuan, termasuk mengenakan tefillin, melakukan sujud penuh di bagian timur kompleks, dan melantunkan doa dengan lantang."
Pemerintah Yerusalem lantas mengutuk Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir atas partisipasinya dalam aksi tersebut. Pemerintah Yerusalem menyebut keikutsertaan Ben Gvir menandai "pergeseran berbahaya" dari aksi kelompok ekstremis ke aksi resmi pemerintah Israel.
Masjid Al Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Umat Yahudi menyebut daerah itu sebagai Bukit Bait Suci dan mengeklaim tempat tersebut lokasi dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Mereka kemudian mencaplok seluruh kota pada 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui komunitas internasional.
(blq/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]