RI bawa agenda kapasitas SDM hingga penerbangan berkelanjutan di ICAO
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan menyatakan Indonesia akan membawa sejumlah agenda mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penerbangan berkelanjutan dalam forum Organisasi Penerban...
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan menyatakan Indonesia akan membawa sejumlah agenda mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penerbangan berkelanjutan dalam forum Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) apabila terpilih sebagai anggota Dewan ICAO.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa mengatakan salah satu agenda yang akan didorong Indonesia adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia penerbangan melalui pelatihan dan capacity building bagi negara-negara yang membutuhkan.
"Yang jelas peningkatan kapasitas, capacity building, karena kami sudah janji di beberapa negara termasuk nanti Asia Pasifik, itu yang harus kita lakukan," ujar Lukman dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Menurut dia, sejumlah negara, khususnya di Afrika, telah menyampaikan kebutuhan terhadap transfer pengetahuan dan pelatihan dari Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat diberikan Indonesia kepada komunitas penerbangan internasional.
Selain pengembangan sumber daya manusia, Indonesia juga akan mendorong agenda penerbangan berkelanjutan, termasuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan implementasi Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).
Lebih lanjut, Lukman mengatakan Indonesia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi baru di sektor penerbangan, termasuk pesawat nirawak atau drone, yang dapat dibagikan kepada negara lain.
Menurut dia, Indonesia telah membimbing dua perusahaan swasta dalam pengembangan drone dan menyiapkan berbagai ketentuan terkait teknologi tersebut, mulai dari pilot, registrasi pesawat, navigasi, hingga organisasi.
Lukman menambahkan posisi sebagai anggota Dewan ICAO akan memberikan ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan kepentingan dan inisiatif penerbangan nasional secara langsung dalam forum penerbangan sipil internasional.
"Kalau dulu kita titip negara lain untuk menyampaikan ide kita, inisiatif kita atau intervensi kita, maka dengan duduknya kita sebagai anggota Dewan, otomatis kita sendiri yang menyampaikan," ujarnya.
Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO setelah terakhir kali menduduki posisi tersebut pada 2001.
Pemilihan empat anggota tambahan Dewan ICAO akan dilakukan dalam Sidang Luar Biasa ke-43 Majelis ICAO pada 19-20 November 2026 di Montreal, Kanada.
ICAO merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk pada 1944 untuk mengelola Konvensi Chicago (Chicago Convention) dan menetapkan standar serta kebijakan penerbangan sipil internasional.
Dalam struktur organisasi, Dewan ICAO berperan dalam menentukan arah kebijakan organisasi. Dewan terdiri atas negara-negara anggota yang dipilih langsung oleh Majelis ICAO untuk masa jabatan tiga tahun.
Baca juga: RI kembali calonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO setelah 25 tahun
Baca juga: Kemenhub perkuat keselamatan penerbangan lewat pelatihan ICAO
Baca juga: Indonesia tuan rumah forum ICAO bahas solusi kepadatan ruang udara
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.