pickleballvnz.com

Resmikan Program TJSL di Agam, PLN UID Sumbar Perkuat Usaha Budidaya Ikan Masyarakat

Selama bertahun-tahun, masyarakat di Hulu Banda, Jorong I Siguhung, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, merawat usaha budidaya ikan sebagai bagian dari ANTARA News sumbar 21 ...

Agam (ANTARA) - Selama bertahun-tahun, masyarakat di Hulu Banda, Jorong I Siguhung, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, merawat usaha budidaya ikan sebagai bagian dari penghidupan mereka. Kini, usaha tersebut mendapat ruang untuk tumbuh lebih besar. Kapasitas bibit yang sebelumnya sekitar 10 ribu ekor dalam satu kolam meningkat menjadi 60 ribu ekor seiring hadirnya Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat. Program tersebut resmi diperkuat melalui peresmian di lokasi Kelompok Budidaya Ikan Insya Allah Maju, Selasa (8/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang SDM Kabupaten Agam Taslim, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumatera Barat Bambang Santoso, Manager UP3 Bukittinggi Munawir Liling beserta jajaran, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam Rosva Deswita. Pemerintah Kabupaten Agam turut menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN yang hadir menjawab kebutuhan masyarakat di sektor budidaya ikan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat usaha masyarakat yang telah berjalan sekaligus membuka ruang bagi peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Potensi tersebut didukung kondisi wilayah yang memang menjadi salah satu sentra budidaya ikan air tawar di Kecamatan Lubuk Basung. Namun, kelompok masih menghadapi kendala permodalan, terutama untuk pengadaan benih dan pakan. Keterbatasan modal membuat sebagian anggota masih bergantung pada pihak ketiga dengan sistem pembayaran setelah panen dan pola bagi hasil. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu kebutuhan yang diperkuat melalui program TJSL PLN.

Dukungan tersebut melanjutkan usaha yang telah dibangun masyarakat, bukan memulai dari awal. PLN hadir untuk memperkuat kapasitas budidaya agar potensi, pengalaman, dan kemampuan kelompok dapat berkembang. General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan, dukungan tersebut diberikan untuk memperkuat apa yang telah diperjuangkan masyarakat.

“Kami melihat masyarakat sudah memiliki semangat, pengalaman, dan potensi untuk mengembangkan usaha. Dukungan PLN kami hadirkan untuk memperkuat apa yang sudah mereka perjuangkan, sehingga kapasitas usaha dapat meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ririn.

Penguatan kapasitas tersebut diwujudkan dengan peningkatan jumlah benih dari sekitar 10 ribu menjadi 60 ribu ekor dalam satu kolam. Kelompok juga menjalankan pola panen dua kali dalam setahun. Dengan dukungan tersebut, pengembangan dilakukan pada empat kolam berukuran masing-masing 400 meter persegi, dengan masa pemeliharaan sekitar enam bulan dan proyeksi hasil mencapai 7.500 kilogram per siklus.

Hasil budidaya kelompok selama ini memiliki pasar di sejumlah daerah, antara lain Bukittinggi, Pekanbaru, Padang, Jambi, Medan, dan Surolangun. Pengembangan usaha juga berjalan bersama kepedulian terhadap lingkungan. Kelompok rutin melakukan gotong royong membersihkan kolam dan saluran air, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penyetruman atau peracunan ikan, serta menjaga kawasan lubuk larangan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha. Ririn berharap dukungan TJSL PLN dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami berharap dukungan ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dapat terus menjaga dan mengembangkan usaha yang dimiliki, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Ririn.

Program TJSL PLN diarahkan untuk memperkuat usaha yang telah tumbuh di masyarakat, sekaligus mendorong mereka agar semakin mampu mengelola dan mengembangkan potensi secara mandiri. Dengan bertambahnya kapasitas budidaya, peluang peningkatan produksi dan pendapatan keluarga pun semakin terbuka.

Kolam-kolam di Hulu Banda kini menjadi ruang tumbuh bagi usaha masyarakat. Setiap bibit yang ditebar membawa peluang untuk meningkatkan hasil usaha dan memperkuat ekonomi keluarga. Ketika kapasitas budidaya berkembang, harapan pun ikut tumbuh agar masyarakat dapat semakin mandiri, usaha terus berjalan, dan roda ekonomi lokal tetap bergerak dari potensi yang mereka bangun sendiri.