Rektor UINSU ingatkan wisudawan tak sekedar jadi pencari kerja - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Nurhayati mengingatkan para wisudawan nantinya tidak hanya sekedar jadi pencari kerja, namun harus mampu menjadi pemecah masalah, ino...
Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Nurhayati mengingatkan para wisudawan nantinya tidak hanya sekedar jadi pencari kerja, namun harus mampu menjadi pemecah masalah, inovator, kolaborator, bahkan pencipta lapangan kerja.
Hal tersebut disampaikan Rektor UINSU Prof Nurhayati para acara wisuda 2.038 wisudawan UINSU di Medan, Sabtu.
Ke 2.038 wisudawan tersebut terdiri atas 506 wisudawan dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 164 dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 100 dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, 376 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 284 dari Fakultas Syariah dan Hukum, 269 dari Fakultas Sains dan Teknologi, 165 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, 119 dari Fakultas Ilmu Sosial, serta 55 wisudawan dari Program Pascasarjana.
Dalam kesempatan itu rektor juga mengingatkan para alumni untuk terus memperbanyak jejaring, baik sesama alumni, universitas, pemerintah, maupun dengan dunia usaha dan dunia industri sebagai upaya untuk meraih kesuksesan
"Berjejaringlah dengan masyarakat dan berjejaringlah dengan berbagai komunitas yang memiliki visi untuk menghadirkan kemajuan. Kolaborasi bukan berarti kehilangan identitas, melainkan kemampuan menghadirkan kekuatan yang lebih besar melalui perbedaan yang dipertemukan dalam tujuan bersama," katanya.
Ia mengatakan, kemandirian dibangun melalui manusia yang berpendidikan, produktif, ekonomi yang kuat, teknologi yang dikuasai, sumber daya yang dikelola secara berkelanjutan, serta karakter bangsa yang kokoh, karena itu setiap alumni memiliki ruang untuk berkontribusi.
Ada yang mengabdi sebagai guru, ada yang menjadi peneliti, birokrat, hakim, pengusaha, pemimpin masyarakat, ada yang bekerja di sektor teknologi dan ada yang mengembangkan ekonomi kreatif.
Ada pula yang mungkin memilih jalan pengabdian yang sederhana, tetapi memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekitarnya. Kesemuanya itu memiliki nilai, sebab kontribusi kepada bangsa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Karena , kata dia, bangsa ini dibangun oleh jutaan kontribusi kecil yang dilakukan secara konsisten, dengan ilmu, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian.
"Jika seorang alumni menggunakan ilmunya untuk memberdayakan masyarakat, ia sedang membangun bangsa. Hari ini saudara memperoleh gelar akademik. Namun ingatlah, gelar bukan mahkota. Gelar adalah amanah. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab sosial yang melekat padanya," katanya.
Ia juga mengingatkan para alumni UINSU untuk jadi alumni yang ketika hadir membawa solusi, ketika berbicara membawa gagasan, ketika bekerja membawa integritas, dan ketika berhasil membawa manfaat bagi sesama.
"Jadilah orang yang memberikan arti. Jangan hanya mencari tempat untuk berdiri. Ciptakan tempat agar orang lain dapat tumbuh. Jangan hanya bertanya apa yang bangsa berikan kepada saudara. Tanyakan apa yang dapat saudara berikan kepada bangsa. Jangan hanya menjadi pengguna perubahan. Jadilah pencipta perubahan. Dan jangan pernah lupa bahwa ilmu yang saudara peroleh memiliki tanggung jawab sosial," katanya.
Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.