Realisasi PAD Kota Pariaman periode Januari-Juli capai 49,24 persen
Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pariaman, Sumatera Barat periode Januari-Juli 2026 mencapai Rp37,4 miliar atau 49,24 persen dari target yang ditetapkan yaitu Rp76,1 ANTARA News sumbar 21 ...
Realisasi PAD Kota Pariaman periode Januari-Juli capai 49,24 persen
Kamis, 30 Juli 2026 17:13 WIB
Arsip Foto - Sejumlah pengendara melintasi Simpang Tugu Tabuik, Kota Pariaman Sumbar yang merupakan ikon pariwisata daerah itu. ANTARA/Aadiaat M. S.
Pariaman (ANTARA) - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pariaman, Sumatera Barat periode Januari-Juli 2026 mencapai Rp37,4 miliar atau 49,24 persen dari target yang ditetapkan yaitu Rp76,1 miliar.
"Realisasi ini naik sekitar satu miliar rupiah dari tahun sebelumnya untuk periode yang sama, pada tahun lalu sekitar tiga puluh enam miliar rupiah," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pariaman Rudy Repenaldi Rilis di Pariaman, Kamis.
Ia mengatakan peningkatan PAD yang hanya Rp1 miliar tersebut karena adanya deviden dari Bank Nagari yang mencapai Rp11,3 miliar pada 2025 sedangkan untuk tahun ini daerah itu baru menerima laba atas penyertaan modal daerah ke bank milik provinsi itu sekitar Rp10,2 miliar atau 68,41 persen dari target Rp15 miliar.
Sedangkan dari sektor pajak daerah dan retribusi pada tahun ini jauh lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. Realisasi pajak daerah hingga hari ini telah mencapai Rp13 miliar dan retribusi telah mencapai Rp8,1 miliar.
Ia menyampaikan realisasi pendapatan daerah tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun ini dan masyarakat dapat memantaunya secara langsung beserta rinciannya melalui https://simon.pariamankota.go.id/.
Meskipun demikian, lanjutnya Pemkot Pariaman akan mengoreksi target PAD 2026 pada rapat APBD perubahan karena dinilai tinggi sehingga dikhawatirkan tidak tercapai hingga akhir tahun.
Namun, lanjutnya ia optimis realisasi PAD pada tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp57,46 miliar dengan berbagai pengembangan inovasi yang dilakukan.
"PAD pada tahun lalu tersebut tertinggi yang diraih Pariaman," katanya.
Ia menyampaikan pada tahun lalu pihaknya mengerahkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk ikut menarik retribusi di objek wisata serta memungut pajak rumah makan setiap hari.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 mencapai Rp57,46 miliar sehingga terjadi peningkatan sekitar Rp11,5 miliar atau 25,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp45,9 miliar.
"Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Kota Pariaman," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad saat menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Pariaman.
Ia mengatakan peningkatan PAD hingga Rp11,5 miliar tersebut menunjukkan semakin menguatnya kemandirian fiskal daerah itu.
Menurut dia, peningkatan tersebut merupakan hasil dari optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah, inovasi pelayanan publik, serta penguatan pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah pada 2025.
teks foto
Arsip Foto - Pengendara melintas di Simpang Tabuik, Kota Pariaman, Sumbar. ANTARA/Aadiaat M. S.
Pewarta: Aadiaat Makruf S.
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026