PWRI Kotim didorong terus berkontribusi dalam pembangunan daerah
Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor mendorong Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) setempat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah ANTARA News kalteng 1 ...
PWRI Kotim didorong terus berkontribusi dalam pembangunan daerah
Kamis, 20 Agustus 2026 13:43 WIB
Bupati Kotim Halikinnor berfoto bersama saat menghadiri syukuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-64 PWRI Kotim, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor mendorong Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) setempat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pengalaman, pengetahuan dan keteladanan meski para anggotanya telah memasuki masa purnabakti.
“Pengalaman, pengetahuan, keteladanan dan nilai-nilai pengabdian yang telah bapak dan ibu sekalian berikan selama bertahun-tahun merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi generasi penerus,” kata Halikinnor di Sampit, Kamis.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri syukuran HUT ke 81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke 64 PWRI Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis.
Halikinnor menuturkan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu yang harus dijaga bersama melalui persatuan, gotong royong serta kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Ia menilai anggota PWRI memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan karena memiliki pengalaman panjang selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara maupun ketika berkiprah di tengah masyarakat.
“Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh anggota PWRI Kotawaringin Timur atas dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas pemerintahan maupun pengabdian di masyarakat,” ucapnya.
HUT ke 64 PWRI tahun ini mengangkat tema Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama demi Kesejahteraan Bersama. Halikinnor mengatakan tema tersebut memiliki makna bahwa purna tugas secara administrasi tidak berarti berakhirnya jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.
Baca juga: Relawan tumbang akibat kelelahan, masyarakat Kotim diimbau bantu padamkan karhutla
Masa purnabakti justru harus menjadi masa yang tetap produktif, sejahtera dan bermartabat. PWRI juga diharapkan terus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan sekaligus ikut memperjuangkan hak dan kesejahteraan para lanjut usia.
Halikinnor menegaskan masa purnabakti bukan berarti berakhirnya pengabdian. Para wredatama dinilai masih dapat berperan sebagai sumber inspirasi, pemberi nasihat sekaligus pembimbing bagi generasi muda agar memiliki karakter, integritas dan semangat dalam membangun daerah.
“Walaupun telah memasuki masa purnabakti, semangat pengabdian tidak boleh berhenti. Justru dengan pengalaman yang dimiliki, para wredatama dapat terus menjadi sumber inspirasi dan ikut membimbing generasi muda,” katanya.
Ia berharap PWRI dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam memberikan masukan dan pemikiran konstruktif, terutama untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Momentum syukuran ini juga diharapkan semakin mempererat silaturahmi antara anggota PWRI, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat sehingga kebersamaan serta semangat gotong royong dapat terus terpelihara,” pungkasnya.
Ketua PWRI Kotawaringin Timur Sugian Noor mengatakan pihaknya bersyukur karena organisasi tersebut masih mampu menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri berkat kebersamaan dan kondisi kesehatan para anggotanya.
“Alhamdulillah, kami diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa melakukan kegiatan ini. Kami ini sudah purna tugas, tetapi masih bisa berbuat seperti ini karena kebersamaan kami selama ini,” ucapnya.
Sugian menyebut jumlah anggota PWRI Kotawaringin Timur yang telah terdata saat ini sekitar 400 orang. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring bertambahnya aparatur yang memasuki masa pensiun.
Baca juga: Bupati Kotim: Bantuan pangan harus untuk kebutuhan keluarga
Ia juga mengungkapkan PWRI Kotawaringin Timur memiliki agenda kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang direncanakan diikuti sekitar 65 orang pada 9 Agustus. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Bupati Kotawaringin Timur.
Menurut Sugian, kegiatan bersama menjadi salah satu cara bagi para purnabakti untuk tetap menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan dan mensyukuri kesempatan untuk tetap berkegiatan di usia lanjut.
Dalam kesempatan itu, Sugian juga mengenang salah satu anggota PWRI, Haji Rustam Fuadi, yang baru saja meninggal dunia. Almarhum disebut meninggalkan karya berupa lagu Pensiunan serta lagu khusus untuk para pensiunan Dinas Perdagangan.
“Mudah-mudahan beliau mendapat tempat yang baik di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karya beliau akan menjadi kenangan bagi kami,” ujarnya.
Sugian menambahkan PWRI Kotawaringin Timur juga mendapat dukungan pemerintah daerah berupa pemasangan paving halaman sekretariat. Ke depan, pihaknya berharap pembangunan fasilitas pendukung dapat dilanjutkan sehingga tersedia ruang untuk kegiatan olahraga ringan seperti tenis meja.
Ia berharap fasilitas tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mendukung kegiatan positif dan menjaga kebugaran para anggota PWRI.
“Kami berharap ke depan bisa membina cabang olahraga tenis meja. Jadi setelah purna tugas, kami tetap bisa melakukan kegiatan yang sehat dan bermanfaat,” demikian Sugian Noor.
Baca juga: DPKP Kotim minta petunjuk Inspektorat untuk penghapusan aset ekskavator terbakar
Baca juga: Kotim dapat tambahan 9.000 tabung elpiji 3 kg
Baca juga: Bupati Kotim kerahkan OPD bantu suplai air pemadaman karhutla
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.