pickleballvnz.com

Puskesmas di Agam miliki inovasi Gerah Kipas jaga kesehatan ibu melahirkan

Puskesmas Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memiliki inovasi Gerakan Cegah Hamil dengan berKB Pasca Nifas (Gerah Kipas) dalam menjaga kesehatan ibu ANTARA News sumbar 21 ...

Lubuk Basung (ANTARA) - Puskesmas Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memiliki inovasi Gerakan Cegah Hamil dengan berKB Pasca Nifas (Gerah Kipas) dalam menjaga kesehatan ibu melahirkan dan perkembangan anak.

Kepala Puskesmas Tiku Lidia Ira Wati di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan Puskesmas Tiku mengahdirkan inovasi Gerah Kipas, karena kontrasepsi pasca persalinan adalah metode kontrasepsi yang digunakan oleh ibu setelah melahirkan, biasanya dalam waktu 0-42 hari setelah persalinan.

"Penggunaan kontrasepsi ini memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan ibu maupun untuk perkembangan anak," katanya.

Ia mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah populasi terbanyak. Indonesia juga dihadapkan pada tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan.

Berbagai upaya untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk telah dilakukan oleh pemerintah.

Salah satu upaya pemerintah yang cukup efektif yaitu melalui pemantauan kesehatan ibu masa setelah melahirkan dengan memperhatikan psikologis dan mental ibu salah satunya dengan program Keluarga Berencana (KB), senam nifas dan melakukan pijat laktasi untuk memberikan kenyamanan.

"KB, senam nifas dan pijat laktasi sebagai salah satu strategi untuk mengurangi kematian ibu khususnya ibu dengan kondisi 4T yaitu terlalu muda melahirkan di bawah usia 20 tahun, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkan, dan terlalu tua," katanya.

Pemakaian kontrasepsi, senam nifas dan pijat laktasi masih di pengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal antara lain pengetahuan, persepsi, tingkat pendidikan, pemilihan pribadi/asumsi, kepercayaan dan keyakinan.

Sedangkan faktor eksternla informasi dari petugas, dukungan suami dan sosial budaya.

Masih rendahnya keikutsertaan ibu menggunakan KB pasca persalinan, melakukan senam nifas dan pijat lajtasi disebabkan oleh rendahnya pengetahuan, kurangnya informasi dan konseling, sikap, tidak ada dukungan suami dan tidak ada kunjungan rumah pada masa nifas.

"Untuk itu, kami dari Puskesmas Tiku menghadirkan inovasi Gerah Kipas," katanya.

Keunggulan keluarga berencana, senam nifas dan pijat laktasi pada ibu nifas ini terletak pada manfaatnya untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, memberikan waktu pemulihan, mengurangi resiko stunting, meningkatkan kesehatan mental.

Lalu meningkatkan kualitas keluarga, melancarkan saluran ASI yang tersumbat, meningkatkan kenyamanan, mempercepat proses involusi uterus, dan mendukung pendidikan dan karir ibu.

Kebaharuan dari inovasi Gerah Kipas ini terletak pada pendekatan yang lebih mendalam dan interaktif kepada ibu nifas dengan memberikan edukasi kesehatan mengenai jenis-jenis, cara kerja, efek samping dari alat-alat kontrasepsi, manfaat dan keuntungan dari senam nifas.

Inovasi ini diharapkan dapat membantu ibu nifas untuk dapat menggunakan haknya untuk menggunakan KB sesuai keinginannya tanpa adanya larangan dari suami dan keluarga.

"Memberikan kenyamanan pada saat masa nifas dengan melakukan senam nifas dan pijat laktasi yang bisa dilakukan di rumah sesuai ajaran dari petugas kesehatan," katanya.