Purbaya Perpanjang Penempatan Rp 200 Triliun di Bank BUMN
PerbesarMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI terkait asumsi dasar RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2026. (KLY/ Arie Basuki)Liputan6....
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338663/original/012542900_1788337109-kom5.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun di bank-bank BUMN resmi diperpanjang hingga Juli 2027. Tambahan likuiditas ini diyakini mampu memacu pertumbuhan kredit hingga di atas 20 persen.
"Kami perpanjang yang Rp 200 triliun, diperpanjang lagi sampai Juli tahun depan dan tidak akan ditarik. Jadi bank bisa lebih tenang dan penyaluran kredit bisa lebih cepat," ungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, penempatan dana SAL di sistem perbankan terbukti efektif menjaga kestabilan likuiditas Himpunan Bank Negara (Himbara). Salah satu indikator utama yang terus dipantau adalah uang primer (base money atau M0).
"Indikator itu menggambarkan kondisi likuiditas di sistem keuangan secara keseluruhan. Pertumbuhan base money pada Juli kemarin sudah menyentuh 18,3 persen," bebernya.
"Kondisi ini cukup untuk mendorong pertumbuhan kredit di atas 20 persen. Data terakhir menunjukkan kredit tumbuh 13,8 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya berkat sokongan likuiditas di sistem keuangan kita," sambung Purbaya.
Koordinasi Ketat dengan Bank Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338664/original/065771000_1788337109-kom6.jpg)
Perbesar
Bendahara Negara ini menekankan bahwa upaya menjaga likuiditas perbankan terus dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI).
"Dengan koordinasi yang makin solid antara Kementerian Keuangan dan Bank Sentral, peluang menciptakan kondisi likuiditas yang sehat bagi perbankan terbuka lebar," ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat memacu pergerakan sektor swasta. "Artinya, private sector bisa tumbuh jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sektor swasta bergerak dan pemerintah juga aktif berbelanja, pertumbuhan ekonomi secara signifikan bisa di atas 6 persen," imbuhnya.
Utamakan Likuiditas Perbankan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338659/original/038964700_1788337106-kom2.jpg)
Perbesar
Menkeu Purbaya turut memastikan polemik mengenai wacana penarikan dana SAL dari bank-bank Himbara telah selesai. Kepastian ini menyusul kesepakatan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menggunakan acuan bersama dalam menjaga likuiditas perbankan.
Menurutnya, seluruh anggota KSSK telah memiliki kesepahaman mengenai mekanisme pengelolaan SAL, sehingga tidak ada lagi perbedaan pandangan terkait penempatan maupun penarikan dana pemerintah di perbankan.
"Kami sudah memiliki acuan yang disetujui bersama, jadi tidak ada lagi perdebatan yang perlu diributkan," tegas Purbaya.
Jamin Tidak Ganggu Stabilitas
Dalam rapat KSSK sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara turut hadir memaparkan kondisi likuiditas perbankan nasional yang memerlukan perhatian bersama seluruh otoritas.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan bersama BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat memastikan seluruh kebijakan terkait pengelolaan SAL tidak akan mengganggu stabilitas sistem keuangan.
"Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS sepakat menjaga agar kebijakan ini tidak mengganggu kondisi likuiditas sistem perbankan nasional," pungkas Purbaya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
![]()
![]()
Arief Rahman H, Arthur GideonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan