PTBA Targetkan Proyek Batu Bara Jadi DME Masuk Konstruksi 2027
Menurutnya, proyek DME merupakan salah satu proyek hilirisasi batu bara PTBA yang tengah diorkestrasi oleh Danantara Indonesia. Selain DME, PTBA juga mengembangkan proyek coal to synthetic natural gas (SNG).Bac...
Menurutnya, proyek DME merupakan salah satu proyek hilirisasi batu bara PTBA yang tengah diorkestrasi oleh Danantara Indonesia. Selain DME, PTBA juga mengembangkan proyek coal to synthetic natural gas (SNG).
Baca Juga: Laba PTBA Melejit 218 Persen Jadi Rp2,65 Triliun di Semester I-2026
“Ya, saya akan jawab beberapa proyek hilirisasi batubara khususnya DME. Saat ini yang proyek yang sedang dan sudah hampir berjalan adalah DME dan SNG. Dua-duanya partner kita, off takernya adalah Pertamina Group,” kata Turino dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Turino menjelaskan, untuk proyek DME, pihak yang akan menjadi offtaker merupakan PT Pertamina Patra Niaga. Sementara itu, proyek coal to SNG akan memiliki PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai offtaker.
Kedua proyek tersebut telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini, Danantara tengah mengorkestrasi proses joint feasibility study (FS) yang mencakup rantai proyek dari sisi hulu hingga hilir.
“Jadi keduanya ada dalam orkestrasi Danantara karena terkait permodalan dan juga off takernya antar BUMN,” ujarnya.
Turino menuturkan, proyek coal to DME diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG). Sementara proyek coal to SNG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gas, khususnya bagi sektor industri.
Dia menambahkan, kedua proyek tersebut menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah dalam mendorong hilirisasi batu bara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
PTBA, kata Turino menargetkan proses konstruksi proyek coal to DME dapat dimulai pada tahun depan.
“Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi targetnya tahun depan sudah mulai konstruksi,” tutur Turino.
Diberitakan sebelumnya, Holding industri pertambangan Indonesia MIND ID mengungkapkan kabar terbaru soal kelanjutan pengembangan proyek DME yang dijalankan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Baca Juga: Produksi Batu Bara PTBA Semester I-2026 Capai 19,45 Juta Ton, Penjualan Tembus 21,1 Juta Ton
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan bahwa proyek ini diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
“Grup MIND ID juga mengambil peran aktif melalui pengembangan proyek Coal to DME yang dilakukan oleh PT Bukit Asam, di mana diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada LPG impor,” kata Maroef saat RDP dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (14/4/2026).
Maroef menuturkan, PT Bukit Asam telah mengalokasikan cadangan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku utama produksi DME, termasuk menyiapkan kawasan industri yang dibutuhkan untuk mendukung realisasi proyek.
Namun demikian, Maroef menekankan bahwa pengembangan proyek DME membutuhkan koordinasi yang terintegrasi lintas entitas.
“DME ini memerlukan koordinasi yang terintegrasi lintas entitas mengenai kajian skema proyek dan dukungan regulasi dan kebijakan untuk proyek ini dapat berjalan dengan baik dalam jangka panjang,” ujarnya.