PT Widatra Bhakti operasikan PLTS Atap 2,2 MWp di Pasuruan - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - PT Widatra Bhakti memperkuat upaya menuju industri hijau melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya di Pa...
Surabaya (ANTARA) - PT Widatra Bhakti memperkuat upaya menuju industri hijau melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya di Pasuruan, Jawa Timur.
“Transformasi kami menuju net zero 2050 dilakukan secara bertahap melalui pemanfaatan energi terbarukan dan adopsi teknologi berkelanjutan, tanpa mengurangi keandalan produksi maupun kualitas produk,” kata Factory Director PT Widatra Bhakti Betty Zubaida dalam keterangan di Surabaya, Rabu.
PLTS yang dikembangkan bersama PT Surya Nippon Nusantara (SNN) itu diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.990.007 kilowatt-jam (kWh) listrik bersih per tahun sekaligus menekan emisi karbon hingga 2.326 ton CO2 per tahun.
Pemanfaatan atap fasilitas produksi memungkinkan perusahaan menghasilkan energi terbarukan langsung di lokasi tanpa membutuhkan lahan tambahan. Penggunaan energi surya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi jejak karbon.
Sebelumnya, PT Widatra Bhakti telah membeli Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan PT PLN (Persero) pada April 2022.
Kombinasi REC dan pembangkitan listrik terbarukan secara langsung menjadi langkah perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi beremisi tinggi.
CEO SNN Oky Gunawan mengatakan proyek tersebut menunjukkan pemanfaatan energi bersih dapat berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga produktivitas industri.
“Kami melihat energi terbarukan akan semakin berperan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memenuhi target keberlanjutan, dan memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain energi bersih, perusahaan mendorong budaya ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan kemasan dan peralatan sekali pakai serta gerakan Bring Your Own Tumbler (BYOT).
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.