pickleballvnz.com

PT Energi Nusantara Perkasa Resmikan LPG Plant Cilamaya, Dukung Asta Cita Lewat Hilirisasi Gas Bumi dan Penguatan Ketahanan Energi Nasional

Produksi LPG dari fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan energi nasional dan mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekitar 52.800 ton per tahun

AKURAT.CO Kerja Sama Operasi (KSO) PT Energi Nusantara Perkasa (PT ENP) dan PT Euro Asiatic Jaya (PT EAJ) secara resmi meresmikan beroperasinya LPG Plant Cilamaya yang berlokasi di Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peresmian LPG Plant Cilamaya dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia bersama Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.

Peresmian fasilitas ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan industri hilir gas bumi nasional sekaligus menjadi wujud nyata komitmen KSO PT ENP–PT EAJ dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan hilirisasi sumber daya alam, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia melalui optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik.

LPG Plant Cilamaya dibangun dengan kapasitas terpasang pengolahan gas sebesar 40 MMSCFD dalam waktu 13 bulan, dengan total investasi mencapai USD 36,93 juta. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi LPG sebesar 160 ton per hari atau setara 52.800 ton per tahun, serta kondensat sebesar 320 barel per hari atau setara 105.600 barel per tahun.

Lean gas hasil pengolahan dikembalikan kepada PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ) untuk pemanfaatan lebih lanjut. Pasokan gas bumi berasal dari Lapangan PHE ONWJ berdasarkan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan jangka waktu 9 tahun dan komitmen pasokan sebesar 37 MMSCFD.

Pembangunan LPG Plant Cilamaya dilaksanakan oleh PT Pacific Process Engineering (PPE) sebagai kontraktor EPCI, dengan dukungan teknologi proses yang dikembangkan di dalam negeri.

Produksi LPG dari fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan energi nasional dan mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekitar 52.800 ton per tahun, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain menghasilkan manfaat strategis bagi sektor energi nasional, pembangunan LPG Plant Cilamaya melibatkan sekitar 200 tenaga kerja serta mendorong pengembangan industri pendukung dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan sekitarnya.

PT Energi Nusantara Perkasa memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan dan pengoperasian fasilitas pengolahan LPG di Indonesia. Sebagai salah satu pelaku industri hilir migas nasional, PT ENP saat ini juga mengoperasikan LPG Plant Gresik dengan kapasitas 100 MMSCFD, yang mengolah gas bumi dari Lapangan PHE West Madura Offshore (WMO) dan Lapangan Poleng menjadi produk LPG dan kondensat.

Pengalaman operasional tersebut menjadi fondasi yang kuat dalam mengembangkan dan mengoperasikan LPG Plant Cilamaya sesuai dengan standar keselamatan, keandalan operasional, serta praktik terbaik industri migas, guna mendukung peningkatan nilai tambah gas bumi domestik dan ketahanan energi nasional.

Sardjono, President Director PT Energi Nusantara Perkasa sekaligus Leader KSO PT Energi Nusantara Perkasa–PT Euro Asiatic Jaya, menyampaikan, keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi oleh keberanian untuk mengolahnya menjadi nilai tambah bagi rakyat.