pickleballvnz.com

Proyek BRT Bandung Raya senilai Rp1,3 triliun dimulai pada 2027 - ANTARA News Megapolitan

Bandung (ANTARA) - Pemerintah resmi memulai pembangunan proyek raksasa Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung Raya senilai Rp1,3 triliun yang dilengkapi jalur khusus sepanjang 21 kilometer serta sistem kecerd...

Bandung (ANTARA) - Pemerintah resmi memulai pembangunan proyek raksasa Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung Raya senilai Rp1,3 triliun yang dilengkapi jalur khusus sepanjang 21 kilometer serta sistem kecerdasan buatan guna mengakhiri krisis kemacetan di wilayah tersebut pada 2027.

Proyek moda transportasi massal modern yang ditargetkan memiliki waktu tunggu (headway) maksimal 7 menit pada jam sibuk ini ditandai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) program Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) sekaligus penandatanganan komitmen subsidi Public Service Obligation (PSO) di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Rabu.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di lokasi groundbreaking menegaskan bahwa langkah ini merupakan solusi fundamental pemerintah untuk menghentikan pemborosan waktu dan penurunan produktivitas warga akibat kepadatan lalu lintas yang kian parah di wilayah aglomerasi Bandung Raya.

"Solusi yang kita perlukan bukan sekadar menambah kapasitas jalan, yang lebih penting adalah menghadirkan sistem transportasi publik yang handal, terintegrasi, dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari," ujar Dudy.

Baca juga: Kepala daerah Jabar dan Bandung Raya lakukan uji coba bus matangkan rencana BRT

Proyek BRT Bandung Raya ini didukung total pembiayaan program MASTRAN sebesar 264 juta dolar AS atau setara Rp3,8 triliun, yang bersumber dari pinjaman Bank Dunia (World Bank), Agence Française de Développement (AFD)/AIIB, serta dana pendamping Pemerintah Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, merincikan investasi Rp1,3 triliun di Bandung Raya tersebut untuk membangun 21 km jalur steril, 6 depo armada (termasuk Cicaheum, Leuwipanjang, Padalarang, Soreang, Cimenyan/Ciburuy, dan Majalaya), 34 halte on-corridor, 719 halte off-corridor, hingga pengadaan sistem kecerdasan buatan (Intelligent Transport System/ITS).

"Melalui pembangunan infrastruktur dan penerapan ITS, layanan BRT Cekungan Bandung ditargetkan beroperasi dengan headway maksimal 7 menit pada saat jam sibuk dan 15 menit pada saat jam tidak sibuk, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan angkutan umum yang lebih pasti, cepat, nyaman, dan dapat diandalkan," kata Aan.

Baca juga: Sebanyak 20 jalur BRT hubungkan lima wilayah sekitar Bandung Raya pada 2026 atau 2027

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut optimistis dimulainya konstruksi fisik yang mencakup pembangunan halte ikonik di kawasan Alun-Alun Bandung, Stasiun Hall, Tegallega, hingga Kiara Artha Park. Ia menjamin moda transitus ini akan melayani seluruh mobilitas warga tanpa sekat administratif.

"Ini adalah kegembiraan bagi masyarakat Bandung Raya, termasuk di dalamnya ada Sumedang. Kita berharap pembangunannya berjalan aman, lancar, tidak ada gangguan, dan bisa melahirkan kualitas pembangunan yang bermutu tinggi, serta cepat digunakan," ucap Dedi menambahkan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.