pickleballvnz.com

Proyek Blok Masela Sumbang Penerimaan Negara hingga USD37,8 Miliar

 Bisnis Kamis, 16 Juli 2026 - 17:25 WIB Maluku, VIVA – Proyek LNG Blok Mas...

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:25 WIB

Maluku, VIVA – Proyek LNG Blok Masela tidak hanya diproyeksikan menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. 

Baca Juga

Selain menghasilkan pasokan energi untuk kebutuhan nasional, proyek ini diperkirakan akan memberikan penerimaan negara yang besar sekaligus membuka ribuan lapangan kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek LNG Abadi Masela yang berlokasi sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, Maluku. 

Baca Juga

Lapangan gas dengan potensi cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau setara Rp352 triliun.

Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton gas alam cair per tahun. 

Baca Juga

Selain itu, Lapangan Abadi juga akan memasok sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan industri dalam negeri serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, sebagian besar produksi gas dari Lapangan Abadi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik guna memperkuat industri nasional.

"Gas yang dihasilkan nanti sekitar 60 persen minimal akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen untuk ekspor," ujar Bahlil, di Maluku, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurutnya, pasokan gas domestik tersebut akan menjadi fondasi bagi pengembangan industri hilir, termasuk industri pupuk yang akan dibangun di kawasan sekitar proyek.

"Pupuk akan membangun industri hilirisasi di sini. Kemudian sebagian gas juga akan kita salurkan kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta. Langkah ini sekaligus meningkatkan nilai tambah dan mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," kata Bahlil.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah memperkirakan Proyek Abadi Masela akan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang besar bagi negara. 

Selama masa konstruksi hingga operasi, proyek ini diproyeksikan menghasilkan penerimaan langsung bagi negara sekitar USD37,8 miliar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, kontribusi pajak tidak langsung diperkirakan mencapai sekitar USD6,43 miliar.

Bahlil menambahkan, dampak proyek ini juga akan dirasakan melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar. Pada masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung. 

Halaman Selanjutnya

Setelah memasuki tahap operasi, Lapangan Abadi akan mempekerjakan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja.