pickleballvnz.com

Program Sekolah Rakyat jadi investasi masa depan keluarga rentan - ANTARA News Kalimantan Selatan

Batulicin (ANTARA) - Program Sekolah Rakyat yang di gagas oleh Presiden RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) H. Prabowo Subianto dinilai mampu menjadi investasi masa depan khususnya bagi keluarga rentan di  Kabupaten ...

Batulicin (ANTARA) - Program Sekolah Rakyat yang di gagas oleh Presiden RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) H. Prabowo Subianto dinilai mampu menjadi investasi masa depan khususnya bagi keluarga rentan di  Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

"Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat masa depan dan membentuk manusia yang mandiri secara ekonomi, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing global," kata Bupati Tanah Bumbu, ANdi Rudi Latif, di Batulicin, Senin.

Ia menilai, program sekolah rakyat sangat berpihak kepada anak-anak dari keluarga miskin, miskin ekstrem, dan prasejahtera terutama kelompok desil 1 dan 2 dalam data kesejahteraan sosial.

Program prioritas pemerintah ini bertujuan memberikan akses pendidikan layak secara gratis guna memutus rantai kemiskinan struktural di Indonesia.

Salah satu wali murid asal Pagatan Kecamatan Kusan Hilir, Mardiasah (52) mengungkapkan bahwa, program ini telah memberi kesempatan kepada anaknya untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengurangi beban keluarga.

Baca juga: 270 siswa di Tanah Bumbu ikuti MPLS Sekolah Rakyat

"Anak kami ada lima, dua di antaranya masih bersekolah. Sehari-hari kami bekerja dibidang kebersihan sekolah, sementara suami saya menjalani prose pemulihan setelah menderita penyakit stroke," ucap Mardiasah.

Anaknya, Aditya Rehan Al-Ghazali, kini duduk di kelas 1 SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu setelah sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Pagatan.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan pendidikan menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan Mardiasah. Untuk kebutuhan jajan satu anak yang bersekolah saja, ia bisa mengeluarkan sekitar Rp30 ribu sehari, belum termasuk kebutuhan sekolah dan keperluan keluarga lainnya.

Baca juga: 45 Paskibraka Tanah Bumbu siap jalankan tugas upacara HUT ke-81 RI

Karena itu, kesempatan Aditya melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat disambut dengan rasa syukur.

"Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini," harap Mardiasah.

Salah satu wali murid asal Pagatan Kecamatan Kusan Hilir, Mardiasah (52) (ANTARA/Sujud Mariono)

Aditya merupakan satu dari 270 peserta didik yang mulai menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu pada tahun ajaran 2026/2027.

Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Peserta didik berasal dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu dan kini menjalani pendidikan dengan pola berasrama.

Baca juga: Tanah Bumbu kenalkan potensi wisata berbasis digital

Pada hari pertama, para peserta didik mengikuti orientasi lingkungan sekolah sebelum mulai menempati lingkungan sekolah. Mereka juga menjalani screening kesehatan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi keluarga seperti Mardiasah, keberadaan Sekolah Rakyat memberi bentuk dukungan yang langsung dirasakan. Anak tetap memperoleh kesempatan pendidikan, sementara sebagian kebutuhan selama mengikuti pendidikan telah menjadi bagian dari fasilitas yang disiapkan dalam program tersebut.

"Terimakasih pak Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, terimakasih juga pak Presiden Praboowo Subianto," ucapnya sambal terharu. 
 

Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.