pickleballvnz.com

Program Magang Nasional Siapkan 150 Ribu Peserta, Uang Saku Ditanggung Pemerintah

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi lulusan memasuki dunia industri melalui penguatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta peningkatan peluang kerja nasional.

Bagikan:

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi lulusan memasuki dunia industri melalui penguatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta peningkatan peluang kerja nasional.

Menurut Yassierli, Program Magang Nasional menjadi salah satu fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 2026. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan angkatan kerja agar lebih siap memasuki dunia industri sekaligus mendukung peningkatan produktivitas nasional.

“Dan alhamdulillah kami dari Kementerian Ketenagakerjaan tahun ini, Pak Presiden Prabowo Subianto punya fokus untuk mempersiapkan tenaga kerja masuk ke dunia industri. Ini fokus kami saat ini,” kata Yassierli saat membuka Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa.

Pemerintah menyiapkan kuota Program Magang Nasional hingga 150.000 peserta. Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh kesempatan mengikuti magang selama enam bulan dengan uang saku yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Yassierli mencontohkan, peserta magang di Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,7 juta per bulan. Sementara itu, peserta yang menjalani magang di Bekasi dan Karawang menerima sekitar Rp5,9 juta per bulan. Uang saku tersebut ditransfer langsung ke rekening masing-masing peserta.

BACA JUGA:


Ia mengungkapkan, Program Magang Nasional pada tahun sebelumnya melibatkan sekitar 100.000 peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen peserta telah memperoleh tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang sebelum program berakhir.

“Tahun lalu angkatan pertama 100.000 orang peserta Magang Nasional dan alhamdulillah sudah selesai. Sebanyak 30 persen yang magang di industri ditawari kerja di perusahaan tempat dia magang sebelum magangnya selesai,” ujarnya.

Yassierli mengatakan tingginya minat perusahaan untuk terlibat dalam Program Magang Nasional menunjukkan kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja yang kompeten terus meningkat. Banyak perusahaan mengajukan permohonan kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperoleh kuota peserta magang.

“Sekarang perusahaan mengejar ke kita. Ada mungkin ratusan perusahaan, ya, ribuan perusahaan, ‘Pak Menteri, Pak Dirjen, bisa enggak kami dapat kuota?’ Ini semua juga mau,” katanya.

Menanggapi tingginya permintaan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan mekanisme seleksi yang akuntabel dan transparan. Setiap posisi magang akan melalui proses verifikasi untuk memastikan penempatan peserta sesuai dengan latar belakang pendidikan, kompetensi, serta kebutuhan pengembangan keterampilan di dunia industri.

Pada gelombang pertama dengan kuota 50.000 peserta, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 300.000 orang. Tingginya jumlah pendaftar tersebut menunjukkan besarnya antusiasme lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program peningkatan kompetensi yang disiapkan pemerintah.

“Tapi kita buat sistemnya akuntabel dan transparan. Perusahaan mem-posting dulu lowongan magangnya, kami verifikasi. Kita tidak mau ada magang itu lulusan S1 teknik disuruh magang jadi resepsionis karena kata perusahaannya, ‘Mumpung lagi gratis’. Nah, ini yang kita kawal,” tegasnya.

Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar semakin siap, kompeten, dan mampu bersaing di dunia kerja.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, Program Magang Nasional diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi para lulusan, tetapi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih luas di berbagai sektor industri.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Populer

Kebakaran Hutan Avila Jadi yang Terbesar dalam Sejarah Spanyol

28 Juli 2026, 03:03

Konflik Saudi-Houthi Berisiko Buka Front Baru dalam Perang AS-Iran

28 Juli 2026, 02:02

Kapal yang Lintasi Selat Hormuz Gunakan Rute Iran Bukan Seruan AS

28 Juli 2026, 00:01

Serangan Drone ke Arab Saudi Bukan yang Pertama Berasal dari Irak

28 Juli 2026, 01:01

Suhu Jabodetabek Hari Ini Tembus 34 Derajat, Warga Diimbau Hindari Terik Matahari

28 Juli 2026, 06:35