Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo
Pencalonan Destry bukan merupakan langkah pertama perempuan kelahiran Jakarta tersebut di Bank Indonesia. Sebelum menjadi calon Gubernur BI, Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI selama dua pe...
Pencalonan Destry bukan merupakan langkah pertama perempuan kelahiran Jakarta tersebut di Bank Indonesia. Sebelum menjadi calon Gubernur BI, Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI selama dua periode.
Baca Juga: Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ada 20 Lebih Jurusan yang Bisa Daftar, Ini Syaratnya
Bank Indonesia mencatat Destry ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior untuk periode 2019-2024 melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019. Ia kemudian mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Setelah masa jabatan pertamanya berakhir, Destry kembali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior untuk periode 2024-2029 melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024. Ia kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Artinya, sebelum masuk bursa calon Gubernur BI, Destry telah memiliki pengalaman langsung di dalam struktur pengambilan kebijakan bank sentral.
Posisi Deputi Gubernur Senior juga membuatnya menjadi pejabat yang secara langsung memahami berbagai fungsi utama BI, mulai dari kebijakan moneter, sistem pembayaran hingga stabilitas sistem keuangan.
Rekam jejak Destry sebenarnya dimulai jauh sebelum dirinya masuk ke BI.
Berdasarkan profil resmi Bank Indonesia, Destry menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Cornell University, New York, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science.
Dalam perjalanan kariernya, Destry pernah bekerja di sektor perbankan sebelum kemudian menjadi ekonom dan penasihat kebijakan ekonomi.
Destry tercatat pernah bekerja sebagai ekonom di Citibank Indonesia pada 1997-2000. Setelah itu, ia menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003.
Pengalaman tersebut membuat karier Destry tidak hanya berkaitan dengan analisis ekonomi domestik, tetapi juga sektor keuangan dan hubungan ekonomi internasional.
Destry kemudian kembali bersinggungan dengan dunia akademik sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.
Setelah berkarier di sektor perbankan dan akademik, Destry masuk lebih jauh ke industri pasar modal.
Bank Indonesia mencatat Destry menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.
Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu analis ekonomi yang memberikan pandangan mengenai berbagai perkembangan ekonomi dan pasar keuangan.
Baca Juga: Rupiah Menguat, Pasar Soroti Pencalonan Destry Jadi Gubernur BI
Pada periode tersebut, isu seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, pasar modal dan kebijakan pemerintah menjadi bagian dari ruang lingkup analisisnya.
Karier Destry kemudian berlanjut ke Bank Mandiri. Ia dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.
Pengalaman sebagai ekonom di institusi keuangan besar menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak Destry sebelum masuk ke sektor regulator.
Di tengah kariernya sebagai ekonom, Destry juga mendapat pengalaman di pemerintahan.