Presiden Concacaf Tantang Gianni Infantino di Pemilihan Presiden FIFA, FFE Disinyalir Gagal
Majunya Victor Montagliani tak lepas dari upaya sejumlah konfederasi untuk menggeser Gianni Infantino yang dianggap sudah membahayakan posisi FIFA dengan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE).
Hervin Saputra
| 31 Juli 2026, 21:01 WIB

Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, dalam Kongres CONCACAF ke-38 di Guatemala, Februari 2023. X/Concacaf
AKURAT.CO, Presiden Konfederasi Sepakbola Amerika Utara-Tengah-Karibia (CONCACAF), Victor Montagliani, berencana mengajukan diri sebagai kandidat Presiden FIFA untuk periode 2027-2031.
Pencalonan Victor Montagliani juga merupakan tantangan bagi incumbent, Gianni Infantino, yang berencana mencalonkan diri untuk periode keempat pada Kongres FIFA yang akan digelar di Rabat, Maroko, Maret mendatang.
Majunya Victor Montagliani tak lepas dari upaya sejumlah konfederasi untuk menggeser Gianni Infantino yang dianggap sudah membahayakan posisi FIFA dengan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE).
Dalam penjelasannya, Gianni Infantino menyebut FFE merupakan tawaran untuk mengembangkan sepakbola global. Jika disetujui, setiap anggota akan mendapatkan dana dari FIFA senilai USD40 juta atau sekitar Rp723,28 miliar per tahun.
CONCACAF menolak FFE bersama kolega Eropa dan Asianya, UEFA dan AFC. Mereka menganggap FFE telah melewati garis batas independensi FIFA untuk tidak diintervensi oleh pihak manapun.
https://akurat.co/bola/878441/akui-dukung-proposal-ffe-erick-thohir-singgung-jasa-fifa-di-tragedi-kanjuruhan
FFE sendiri kabarnya dibangun dengan dengan investasi perusahaan milik Joshua Kushner. Joshua Kushner adalah saudara ipar putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump.
Posisi Infantino sendiri mulai rawan dalam setahun terakhir sehubungan sejumlah manuver yang dilakukan pria asal Swiss tersebut. Ia dianggap memanfaatkan jabatannya sebagai Presiden FIFA untuk sejumlah keuntungan posisi politiknya.
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat-Kanada-Meksiko adalah momen yang mempertegas kritik terhadap suksesor Sepp Blatter yang sudah memimpin FIFA sejak 2016 itu.
Di antaranya adalah kesemrawutan penyelenggaraan atas ditolakmasuknya wasit Somalia, Omar Artan, keterlambatan visa dan diskriminasi terhadap Timnas Iran, sampai mengabulkan permintaan Trump untuk menangguhkan kartu merah penyerang Timnas AS, Folarin Balogun.
FFE Gagal?
Menteri Keuangan Inggris, John Healey, mengatakan bahwa proposal FFE yang diiniasi oleh Gianni Infantino tampaknya batal terwujud. Ini, kata Healey, tak lain karena kuatnya perlawanan dari UEFA dan negara-negara Eropa.
“Saya kira rencana FIFA (soal FFE) sudah runtuh, dan saya benar-benar bangga bahwa FA (Asosiasi Sepakbola Inggris) dan UEFA memimpin perlawanan terhadap ide menjual Piala Dunia,” kata Healey.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, adalah salah satu pihak yang menyebelahi FFE. Menurut Erick, FFE akan membantu pengembangan sepakbola untuk negara-negara seperti Indonesia.