Prediabetes Bisa Berujung Diabetes, Hindari 10 Pantangan Ini Mulai Sekarang
Lifestyle Selasa, 28 Juli 2026 - 17:35 WIB VIVA – Prediabetes semakin men...
Selasa, 28 Juli 2026 - 17:35 WIB
VIVA – Prediabetes semakin menjadi perhatian karena jumlah penderitanya terus meningkat di berbagai negara. Sayangnya, banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami kondisi ini setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Baca Juga
Meski belum masuk kategori diabetes tipe 2, prediabetes bukan kondisi yang boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius jika tidak segera ditangani.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kabar baiknya, perkembangan prediabetes masih bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup. Selain rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan tidur yang cukup, pola makan menjadi salah satu faktor yang paling menentukan.
Baca Juga
Tak sedikit orang mengira cukup mengurangi konsumsi gula, padahal ada sejumlah makanan dan kebiasaan lain yang juga dapat memicu lonjakan gula darah. Karena itu, penting bagi penderita prediabetes untuk mengetahui berbagai pantangan agar kadar gula darah tetap terkendali.
Melansir dari Mayo Clinic, Selasa, 28 Juli 2026, berikut beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari oleh penderita prediabetes.
Baca Juga
1. Minuman Manis
Minuman bersoda, teh manis, kopi dengan tambahan sirup, minuman energi, hingga jus buah kemasan mengandung gula yang cukup tinggi. Karena berbentuk cair, gula dalam minuman ini lebih cepat diserap tubuh sehingga dapat memicu lonjakan kadar gula darah dalam waktu singkat. Jika ingin menikmati minuman yang lebih sehat, pilih air putih, teh tanpa gula, atau kopi tanpa tambahan gula dan krimer.
2. Makanan Tinggi Gula
Kue, donat, permen, cokelat manis, es krim, dan berbagai makanan penutup memang menggugah selera. Namun, makanan tersebut umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi yang dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat.
Mengurangi konsumsi makanan manis bukan berarti tidak boleh menikmatinya sama sekali. Kuncinya adalah membatasi porsinya dan tidak menjadikannya sebagai kebiasaan sehari hari.
3. Karbohidrat Olahan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Roti putih, nasi putih, mi instan, pasta dari tepung putih, dan berbagai makanan berbahan tepung terigu termasuk karbohidrat olahan yang lebih cepat diubah menjadi glukosa oleh tubuh.
Sebagai alternatif, Anda bisa memilih karbohidrat yang lebih kaya serat, seperti beras merah, oatmeal, roti gandum utuh, atau ubi, yang membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.
Halaman Selanjutnya
4. Makanan Cepat Saji