Pramono gelar rapat khusus pekan depan bahas JPO Tendean
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pada pekan depan untuk membahas percepatan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak setelah ter...
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pada pekan depan untuk membahas percepatan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak setelah tertabrak truk crane atau truk pengangkut alat berat.
"Yang untuk JPO Tendean, karena peristiwanya kan baru kemarin terjadi. Dan saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean," kata Pramono saat ditemui di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis.
Rapat tersebut difokuskan pada penentuan skema pembangunan agar proses perbaikan JPO tidak memakan waktu lama.
Pramono menilai keberadaan JPO Tendean sangat penting karena berada di kawasan strategis dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Menurutnya, jika pembangunan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), prosesnya akan memakan waktu cukup lama.
"Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD tidak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya juga akan lama," ujar Pramono.
Selain itu, rapat tersebut juga membahas alternatif pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Selain CSR, pemerintah juga membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan swasta melalui berbagai skema.
"Melalui forum CSR, atau melakukan strategic partnership (mitra strategis) dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming rights (hak penamaan) akan mereka gunakan," ucap Pramono.
Lebih lanjut, Pramono juga menyebut opsi lain yang akan dikaji, yakni pemanfaatan mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maupun Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan atau Lokasi (SP3L).
"Jadi pada prinsipnya, tidak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis," kata Pramono.
Sementara itu, terkait kemungkinan langkah hukum terhadap perusahaan pemilik truk crane yang diduga menjadi penyebab kerusakan JPO, Pramono mengatakan akan dibahas dalam rapat khusus tersebut.
"Pertanyaan kemarin mengenai apakah kita akan menuntut kepada perusahaan ataupun, dalam rapat nanti akan saya putuskan," kata Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Bina Marga membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) Tendean, Mampang, imbas truk pengangkut alat berat yang menyangkut di JPO tersebut.
"Penanganan kami dari Bina Marga yang pertama kita akan membongkar JPO ini," kata Kepala Sudin Bina Marga Jaksel Rifki Rismal kepada wartawan di JPO Tendean Jakarta, Selasa (14/7).
Rifki mengatakan pembongkaran itu dilakukan mengingat tiang penyangga JPO sudah lepas sebagian. Pembongkaran juga harus dilakukan seluruhnya karena tidak memiliki penunjang di tengah.
Dalam penanganannya, pihak Pemkot Jaksel memangkas atap JPO lalu melepas gelagarnya.
Baca juga: Pramono cari skema pendanaan untuk bangun kembali JPO Tendean
Baca juga: Dishub DKI akan pasang rambu batas ketinggian di JPO hingga flyover
Baca juga: DKI alami kerugian miliaran rupiah imbas JPO Tendean ditabrak truk
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.