Pramono Evaluasi JPO di Jakarta, Bakal Dibongkar Jika Tak Dibutuhkan Warga
Okto Rizki Alpino | 12 Agustus 2026, 21:32 WIBGubernur Pramono beserta jajaran meninjau dua JPO yang berdekatan di Rasuna Said, Jakarta Selatan. - (Ist)AKURAT.CO Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bukan sekadar...
Okto Rizki Alpino
| 12 Agustus 2026, 21:32 WIB

Gubernur Pramono beserta jajaran meninjau dua JPO yang berdekatan di Rasuna Said, Jakarta Selatan. - (Ist)
AKURAT.CO Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bukan sekadar penghubung bagi pejalan kaki. Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, keberadaannya kini ikut disaring berdasarkan satu pertanyaan: masih dibutuhkan warga atau tidak.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pihaknya akan tetap merawat JPO yang masih berfungsi dan dibutuhkan masyarakat. Sebaliknya, JPO yang sudah tak lagi digunakan berpeluang dibongkar.
"Semua JPO yang masih bisa digunakan dan masih diperlukan tentu akan kami rawat," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: JPO Lama di Rasuna Said Bakal Dibongkar, Permudah Akses Transportasi dan Lebih Ramah Disabilitas
Dia menjelaskan, evaluasi juga dilakukan terhadap JPO yang dibangun oleh Pemprov Jakarta. Pemerintah tidak ingin mempertahankan infrastruktur yang sudah kehilangan fungsi.
Seperti JPO di kawasan Rasuna Said yang telah dia tinjau langsung. Setelah melihat kondisi di lapangan, JPO tersebut sudah tidak diperlukan sehingga pemerintah mengambil keputusan untuk menariknya.
"Kalau saya tidak melihat langsung, mungkin saya juga tidak akan bisa mengambil keputusan," ujarnya.
Baca Juga: Pramono Minta Sopir dan Perusahaan Truk Penabrak JPO Ditindak Tegas: Kalau Perlu Izinnya Dicabut
Pola serupa akan diterapkan pada JPO lain di Jakarta. JPO yang masih dibutuhkan akan dipertahankan dan dirawat, sedangkan yang tidak lagi berfungsi akan dievaluasi untuk dibongkar.
Adapun JPO di kawasan Senayan yang sebelumnya dibangun oleh Kementerian PUPR juga akan diperlakukan berdasarkan kebutuhan dan fungsinya. Pemprov Jakarta tetap akan merawat JPO yang masih digunakan masyarakat.
"Selama JPO tersebut masih diperlukan dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta, kami akan tetap merawatnya," kata Pramono.