pickleballvnz.com

Prabowo Sorot Akses Air Bersih Masih Jadi Tantangan Warga

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyorot krisis akses air bersih yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Faktanya, menurut sejumlah penelitian, ada kaitan erat antara sanitasi lingkungan dan kual...

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyorot krisis akses air bersih yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Faktanya, menurut sejumlah penelitian, ada kaitan erat antara sanitasi lingkungan dan kualitas air terhadap kesehatan masyarakat.

"Uuntuk akses air bersih, mereka harus berjalan berkilo-kilo hanya untuk mengambil 1-2 dirijen air bersih. Untuk minum, mandi, wudhu, belum lagi air untuk berternak dan tanaman mereka," kata Prabowo membahas kondisi krisis air bersih di Tanah Air.

"Tahun ini, di delapan bulan pertama 2026, kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI, terima kasih TNI," tambahnya dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD DPR RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), secara nasional angka akses air minum layak memang terlihat tinggi. Akan tetapi, ketimpangan horizontal yang sangat tajam antar-wilayah terlihat.

Data BNPB dan Kementerian PU per Maret 2025 mencatat, 28 juta warga Indonesia masih kesulitan mengakses air minum layak setiap hari. Namun 7,36% lain belum terlayani. Ketimpangan ini semakin terlihat antara wilayah perkotaan (96,56%) dan perdesaan (87,06%). DKI Jakarta mencatat akses tertinggi (99,96%), sedangkan Papua Pegunungan hanya mencapai 30,64%.

Water Indonesia 2026 menyebut tantangan ini semakin kompleks seiring dengan musim kemarau berkepanjangan di berbagai wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Lebih lanjut, laporan Kementerian Kesehatan RI menegaskan kaitan erat antara sanitasi lingkungan, kualitas air, dan stunting. Anak-anak di lingkungan dengan akses air pipanisasi yang minim rentan terkena infeksi pencernaan berulang (diare kronis), yang menghambat penyerapan nutrisi.

Nyatanya, ketika volume air berkurang drastis, konsentrasi bakteri seperti E. coli dan polutan di dalam air yang tersisa menjadi jauh lebih pekat. Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengonsumsi air tersebut, termasuk dalam tumbuh kembang mereka.

Tantangan El Nino Dahsyat

Ilmuwan di Indonesia telah memprediksi El Nino tahun ini dinilai akan paling dahsyat. Menurut BMKG, beberapa negara di kawasan Amerika Latin seperti Peru, bisa meningkatkan curah hujan, sementara di Indonesia secara umum dampaknya ialah kondisi kering dan berkurang curah hujan.

Fenomena El Nino di Pasifik tahun ini diperkirakan memiliki durasi yang cukup panjang, yakni sekitar delapan hingga sembilan bulan, terhitung sejak pertengahan 2026 hingga kuartal pertama 2027.

Kondisi ini berdampak langsung pada keterlambatan awal musim hujan. Sektor pertanian, khususnya tanaman padi, terancam akibat berkurangnya curah hujan pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027. Selain pangan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman kolateral yang serius.

(ask/ask)

TAGS

LIHAT LAINNYA