Prabowo minta Panglima TNI cek ekskavator Pindad untuk dibagikan ke daerah
Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengecek ketersediaan ekskavator produksi Pindad untuk dibagikan kepada pemerintah ANTARA News sulteng 26 ...
Prabowo minta Panglima TNI cek ekskavator Pindad untuk dibagikan ke daerah
Kamis, 30 Juli 2026 17:13 WIB
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam cara Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). ANTARA/HO-YouTube/Aditya Ramadhan
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengecek ketersediaan ekskavator produksi Pindad untuk dibagikan kepada pemerintah daerah dalam mendukung gerakan kebersihan nasional.
"Ekskavator yang ada coba Panglima TNI cek di Pindad, ada ekskavator berapa, bagikan ke kabupaten-kabupaten semua itu, sudah bagikan semuanya ekskavator, dump truck semua kita dukung," kata Prabowo dalam acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema FLPP di Batang, Jawa Tengah, Kamis.
Penyediaan alat berat dan armada pengangkut sampah tersebut dinilai sangat krusial untuk mempercepat pengelolaan sampah dan penataan kawasan permukiman secara masif.
Presiden Prabowo menekankan bahwa penanganan sampah dan menjaga estetika wilayah merupakan investasi penting dalam memperkuat sektor pariwisata serta daya saing bangsa.
"Ini adalah kampanye nasional yang sangat penting. Bangsa kita harus bersih, bangsa kita harus indah, bangsa kita harus dijaga kelestariannya," kata Presiden.
Selain penyiapan alat berat, Presiden juga menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk menyiapkan pembibitan tanaman guna mendukung penghijauan di daerah.
"Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon. Menteri Pertanian saya minta bikin nursery-nursery, saya butuh benih-benih pohon yang bagus untuk semua kota dan kabupaten kita," kata Prabowo.
Upaya penataan lingkungan ini ditargetkan mampu menyelesaikan permasalahan penumpukan sampah liar di seluruh wilayah Indonesia dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Dalam acara akad massal KPR di Batang, sejumlah pejabat negara turut hadir, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Menteri PAN RB Rini Widyantini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Selain itu, ada Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026