Prabowo Minta Investor dalam Proyek Gas Blok Masela Wajib Untung: Malu Kita Kalau Mitra Rugi
Bisnis Kamis, 16 Juli 2026 - 17:19 WIB Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo S...
Kamis, 16 Juli 2026 - 17:19 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto ingin para investor yang terlibat dalam proyek gas Abadi Blok Masela mengalami keuntungan dari investasi yang mereka tanamkan. Ia menyebut Indonesia seharusnya malu jika para mitra menderita kerugian.
Baca Juga
Hal tersebut diungkap Presiden Prabowo saat melakukan peletakkan batu pertama atau groundbreaking Proyek Gas Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku secara daring pada Kamis, 16 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jalankanlah proyek ini dengan sebaik-bajknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung, sekali lagi sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan kita yang malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia," ucap Prabowo.
Baca Juga
Di sisi lain, Prabowo menyatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar kepada rakyat Indonesia. Dikatakan, proyek Blok Masela ini menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi Indonesia menjadi negara modern.
"Kita ingin jadi bangsa yang seperti bangsa Jepang, bangsa produktif, menghasilkan produk-produk industri," katanya.
Baca Juga
Kepala Negara menegaskan, Indonesia memiliki sumber daya dan kapasita untuk menjadi Negara maju. Generasi muda Indonesia tidak kalah pinta dengan negara lain.
"Saya sudah merencanakan dan melihat rencana riil kita bertekad untuk menjadi negara industri, negara modern. Kita bertekad rakyat kita hidup dengan baik. Kita butuh uang utk memberikan pelayanan kesehatan baik, membayar gaji guru sehingga sekolah kita tidak kalah dengan di luar negeri, kita butuh uang untuk membayar semua pegawai negeri kita butuh uang utk membangun prasarana yang penti
Prabowo Sebut Indonesia Kerap Dicap Bangsa Malas: Rakyat Kita Dimana-mana Kerja Keras!
Presiden RI Prabowo Subianto mengakui ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia. Bahkan, kata dia, pihak tersebut mengejek bangsa Indonesia.
VIVA.co.id
16 Juli 2026