Prabowo: Gontor Tak Boleh Ikut Politik Praktis
Berita Nasional Sabtu, 19 September 2026 - 15:41...
Sabtu, 19 September 2026 - 15:41 WIB
Ponorogo, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Gontor tidak boleh terlibat politik praktis demi menjaga nilai-nilai yang sudah mengakar pada pondok pesantren yang sudah berusia satu abad tersebut.
Baca Juga
"Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik. Itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tetapi harus paham politik," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada resepsi kesyukuran 100 tahun pesantren tersebut di Ponorogo, Jawa Timur, dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prabowo menggarisbawahi bahwa pesantren legendaris tersebut berkewajiban menjaga netralitas dengan menempatkan diri di atas seluruh kepentingan partisan.
Baca Juga
"Gontor harus di atas segala golongan politik," ujarnya.
Meskipun harus bersikap independen dari kancah kekuasaan, Presiden menilai lembaga pendidikan Islam ini tetap memegang peran penting bagi kemajuan masyarakat.
Baca Juga
Posisi berdiri di atas semua golongan tersebut dinilai memungkinkan Gontor untuk berkontribusi aktif di pelbagai sektor pembangunan nasional.
"Gontor tidak boleh ke mana-mana, tetapi harus ada di mana-mana," kata Prabowo.
Dalam ajang peringatan seabad pesantren itu, Prabowo turut mengapresiasi keberadaan Panca Jiwa Gontor sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.
Ia secara khusus menyebut lima nilai utama yang terkandung di dalamnya, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Prabowo, prinsip dasar yang ditanamkan oleh pesantren tersebut sangat relevan untuk diterapkan secara luas dalam kehidupan berbangsa.
Prabowo menilai moto dan nilai keteladanan yang diajarkan di Gontor patut dijadikan rujukan moral di mana pun berada. (Ant)
Prabowo: Bangsa yang Tak Kuat, Akan Diinjak-injak Bangsa Lain
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus menjadi kuat. Ia menyinggung soal Indonesia yang pernah dijajah oleh bangsa lain.
VIVA.co.id
19 September 2026