pickleballvnz.com

PP Semmi Serukan Demokrasi Damai, Tolak Provokasi Pemecah Belah

"Satu, Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan demokrasi senantiasa mengedepankan dialog yang santun, damai, dan mari kita buktikan bahwa kedewas...

"Satu, Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan demokrasi senantiasa mengedepankan dialog yang santun, damai, dan mari kita buktikan bahwa kedewasaan berdemokrasi di Indonesia dijunjung tinggi melalui cara-cara yang konstitusional dan bermartabat," ujar Ketua Umum PP Semmi Zulhadi Ariza dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026).

Poin kedua mereka mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi etika moral dan demokrasi yang bermartabat.

Menurutnya setiap penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang.

"Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan tetap mematuhi koridor hukum yang berlaku, menjaga ketertiban umum, serta menghormati etika moral bangsa demi kebaikan bersama dan tegaknya kedaulatan negara," ungkapnya.

Poin ketiga, Zulhadi mengatakan, PP Semmi menyerukan kepada seluruh pemuda dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga marwah serta kehormatan simbol-simbol kedaulatan negara.

Mereka menolak upaya provokasi elemen yang mengatasnamakan rakyat yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan negara.

"Empat, Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia menyatakan sikap tegas penolakan segala bentuk kegiatan penyampaian pendapat yang berpotensi melanggar ketentuan hukum, mengganggu aktivitas masyarakat luas, atau merusak fasilitas publik yang merupakan aset bersama bangsa," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Pastikan Indonesia Bisa Berdikari: Tak Boleh Ada Impor Meski Satu Tabung LPG

Mereka menyatakan menolak rencana aksi demonstrasi AMPB di Gedung DPR RI 27 Agustus mendatang. Mereka mengklaim suara AMPB tidak mewakili keresahan masyarakat.

"Maka dari itu, Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia menolak seruan aksi AMPB di depan Gedung DPR yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2026 jika tidak memiliki legitimasi yang mewakili bangsa Indonesia dalam menjunjung tinggi etika moral demokrasi karena rentan terprovokasi dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Zulhadi.

"Menyeru AMPB dalam menyampaikan aspirasi hendaknya dilakukan penuh tanggung jawab moral dan etika terhadap demokrasi bangsa dan negara," tambahnya.

Poin kelima, mereka menyerukan solidaritas kemanusiaan untuk Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur yang sedang terdampak bencana.

Zulhadi berpendapat, jika melihat dinamika sosial yang terjadi saat ini, sehqrusnya seluruh masyarakat Indonesia untuk mengoptimalkan energi, memfokuskan perhatian, dan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana alam di Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur.

"Mari kita bahu-membahu menyatukan kekuatan gotong royong dan mengulurkan bantuan nyata untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak agar lekas pulih dan bangkit kembali demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa," imbuhnya.