pickleballvnz.com

Posisi Tuchel di Inggris Digoyang, Guardiola Mulai Disebut-sebut

Atlanta - Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026 bikin nasib Thomas Tuchel langsung dispekulasikan. Di saat bersamaan, Pep Guardiola mulai disebut-sebut sebagai suksesor.Inggris dipastikan gagal lagi di Piala D...

Atlanta -

Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026 bikin nasib Thomas Tuchel langsung dispekulasikan. Di saat bersamaan, Pep Guardiola mulai disebut-sebut sebagai suksesor.

Inggris dipastikan gagal lagi di Piala Dunia, kini di edisi 2026. The Three Lions baru dikalahkan Argentina 1-2 di semifinal, Kamis (16/7) dini hari WIB.

Untuk ketiga kalinya Inggris mentok di semifinal, dan bikin puasa gelarnya berlanjut sejak terakhir kali memenangkannya pada Piala Dunia 1966. Kegagalan itu kini bikin Tuchel disorot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manajer asal Jerman tersebut sedianya baru melatih Inggris sejak 2025 lalu. Ia awalnya dikontrak selama 18 bulan, sebelum diperpanjang sampai Euro 2028 pada awal tahun ini.

Menurut Athletic, ada klausul yang disepakati dalam kontrak Thomas Tuchel di Inggris. Andai Harry Kane dkk tersingkir sebelum perempatfinal, klausul itu bisa diaktifkan.

Di Piala Dunia 2026, Inggris akhirnya melaju sampai semifinal bersama Tuchel. Pria asal Jerman itu kemudian mengaku tetap akan bertahan, setidaknya sampai Euro 2028 mendatang, sesuai kontrak disepakati.

Meski begitu, isu pemecatannya tetap berembus. Dan nama Pep Guardiola mulai disebut-sebut.

Manajer asal Spanyol itu kini berstatus lowong usai baru meninggalkan Manchester City. Pelatih 55 tahun itu diklaim pernah tertarik untuk melatih Tiga Singa.

Melansir Athletic, itu terjadi sebelum FA menunjuk Tuchel sebagai pelatih. Guardiola diklaim sudah sepakat secara verbal untuk melatih Inggris, namun akhirnya memilih bertahan lebih lama di City.

Kini Guardiola baru cabut dari City. Eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu diklaim masih tertarik untuk melatih Inggris.

Dengan situasi ini, Tuchel tinggal berharap bisa membawa Inggris juara di Euro 2028 mendatang. Kebetulan ajang itu akan digelar di Britania Raya, yakni di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia.

Di Euro, nasib Inggris juga sama apesnya. Mereka baru dua kali jadi runner up pada dua edisi terakhir di 2020 dan 2024.

(yna/krs)