Polresta Palu akan tanggung biaya pengobatan korban terkena proyektil
Kepolisian Resor Kota Palu menyatakan menanggung biaya pengobatan korban yang terkena serpihan proyektil dalam insiden penggunaan senjata api oleh anggota polisi di Jalan ANTARA News sulteng 1 ...
Polresta Palu akan tanggung biaya pengobatan korban terkena proyektil
Jumat, 28 Agustus 2026 21:31 WIB
Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Markas Polresta Palu, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Kristina Natalia
Palu (ANTARA) -
Kepolisian Resor Kota Palu menyatakan menanggung biaya pengobatan korban yang terkena serpihan proyektil dalam insiden penggunaan senjata api oleh anggota polisi di Jalan Tombolotutu Atas, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (27/8).
"Biaya perawatan nanti kita, pihak kepolisian mungkin menanggung semuanya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu Ajun Komisaris Polisi Ismail Boby di Kota Palu, Jumat malam.
Ia mengatakan korban berinisial MA saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat insiden tersebut. Sementara korban lainnya seorang juru parkir berinisial DD dilaporkan meninggal dunia pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
"Terkait peluru nyasar dan sebagainya di TKP, kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti," ujar Ismail.
Sementara itu, saudara korban, Idam, menjelaskan kondisi MA sudah membaik setelah menjalani operasi sekitar dua jam di Rumah Sakit Tingkat III dr Shindu Trisno pada Jumat.
"Proses operasi dari sore sampai menjelang malam. Namun, korban masih merasakan nyeri dan diduga masih terdapat proyektil di bagian tubuhnya," katanya.
Menurut Idam, korban awalnya mendengar suara seperti ban meletus sebanyak tiga kali. Karena suara tersebut terjadi berulang, korban kemudian mengintip untuk melihat apa yang terjadi.
Ketika mengintip itu, korban melihat seseorang membawa pistol. Korban kemudian merunduk dan tidak lama setelah itu terdengar beberapa kali suara tembakan.
"Kami berharap pihak-pihak yang terlibat maupun pihak terkait dapat membantu memastikan penanganan dan pertanggungjawaban terhadap korban. Kami keluarga masih fokus pada proses pengobatan dan pemulihan korban," kata Idam.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026