pickleballvnz.com

Polres Jember periksa lima orang saksi terkait penganiayaan siswa SR - ANTARA News Jawa Timur

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur memeriksa sebanyak lima orang saksi terkait laporan kasus dugaan penganiayaan yang dialami tiga anak Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jemb...

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur memeriksa sebanyak lima orang saksi terkait laporan kasus dugaan penganiayaan yang dialami tiga anak Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember hingga korban mengalami trauma untuk kembali ke sekolah rakyat.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan sudah ada lima saksi yang diminta keterangan, salah satunya adalah saksi pelapor yang merupakan orang tua korban sebanyak satu orang," kata Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember Ipda Alfan Febrianto di Mapolres Jember, Kamis.

Menurut dia, lima orang saksi yang dimintai keterangan merupakan saksi yang diduga mengetahui kejadian penganiayaan saat korban mendapat kekerasan fisik di dalam Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember.

"Ada juga saksi dari pihak Sekolah Rakyat dan teman korban yang dimintai keterangan, namun untuk terduga pelaku yang merupakan mahasiswa dari Universitas Pertahanan masih belum dimintai keterangan," tuturnya.

Ia mengatakan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Jember masih menyelidiki dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Pertahanan untuk mengetahui peran yang bersangkutan di Sekolah Rakyat.

"Terkait pendampingan korban, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban maupun saksi selama proses pemeriksaan berlangsung," katanya.

Pihak kepolisian juga berencana mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian untuk mendukung proses penyelidikan karena terjadinya penganiayaan itu berada di dalam Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, penganiayaan dialami tiga anak Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember terjadi pada Minggu (18/10) saat ketiga korban merokok hingga diketahui oleh terduga pelaku dan akhirnya terjadi penganiayaan tersebut.

Selang sehari kemudian, keluarga salah satu korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Jember pada Senin (19/10) agar persoalan tersebut diusut tuntas sesuai aturan yang berlaku karena salah satu korban sempat menjalani perawatan di puskesmas.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.