pickleballvnz.com

Polisi terapkan metode spiral padamkan kebakaran lahan gambut di Muara Enim

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menerapkan metode spiral untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan gambut seluas 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten ANTARA News sumsel 35 ...

Polisi terapkan metode spiral padamkan kebakaran lahan gambut di Muara Enim

Senin, 7 September 2026 12:42 WIB

Image Print

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menerapkan metode spiral dan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut seluas 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. ANTARA/HO/Polda Sumsel

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menerapkan metode spiral untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan gambut seluas 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi James Parlindungan Hutagaol di Palembang, Senin, mengatakan upaya pemadaman karhutla itu dilakukan sejak Sabtu (5/9).

"Kebakaran pada lahan gambut membutuhkan pola khusus karena bara api dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah dengan kedalaman diperkirakan mencapai satu hingga satu setengah meter," katanya.

Ia menerangkan untuk mengantisipasi penjalaran api di bawah permukaan, Tim Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel menerapkan teknik penyiraman dan perendaman secara memutar dari luar ke dalam (spiral).

Pemadaman dilakukan menggunakan jet pump yang mengalirkan campuran air dan formula crossfire Polri.

Langkah penyiraman spiral ini bertujuan menekan pergerakan bara di bawah lapisan tanah sebelum personel masuk ke titik-titik yang memiliki aktivitas panas lebih tinggi.

Setelah diendapkan selama dua hingga tiga jam agar cairan meresap, tim melanjutkan tahapan scanning terhadap sisa titik bara.

Petugas mendekati lokasi yang memunculkan asap putih atau bara, mengurai lapisan gambut dengan garpu, lalu menyemprotnya menggunakan jet shooter backpack.

"Bara kecil tetap harus ditangani karena dapat terbawa angin dan memicu api di area kering lainnya. Oleh karena itu, setelah perendaman, personel melakukan scanning satu per satu," ujar James.

Operasi pemadaman juga tetap dilanjutkan hingga malam hari. Kondisi gelap dinilai membantu petugas mengidentifikasi visual pendaran bara di sela-sela permukaan gambut secara lebih akurat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa penanganan pada lahan gambut memerlukan strategi berlapis.

"Yang menjadi perhatian bukan hanya api di permukaan, tetapi juga bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut. Penanganan berlapis mulai dari penyiraman, perendaman, hingga scanning titik bara ini terus kami optimalkan guna mencegah api kembali muncul," tutur Nandang.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026